- Pemerintah dan pelaku industri berkolaborasi, melibatkan IHC, Mandiri, dan IAS, untuk membangun ekosistem medical tourism dalam negeri.
- Kolaborasi ini menghadirkan paket terintegrasi meliputi reservasi digital melalui Livin' Sukha dan layanan perjalanan eksklusif ke Bali International Hospital (BIH).
- Layanan terpadu yang mengintegrasikan pemeriksaan medis premium BIH ini direncanakan mulai diluncurkan kepada publik pada Januari 2026 mendatang.
Suara.com - Indonesia mulai memperkuat posisinya di peta medical tourism global. Selama bertahun-tahun, masyarakat Tanah Air terbiasa bepergian ke negara tetangga seperti Singapura atau Penang untuk mendapatkan layanan kesehatan premium.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah dan pelaku industri mulai fokus membangun ekosistem kesehatan terintegrasi yang mampu memberikan kualitas layanan internasional di dalam negeri—tanpa harus meninggalkan Indonesia.
Upaya ini salah satunya terlihat dari kolaborasi strategis terbaru yang melibatkan PT Pertamina Bina Medika IHC (IHC), Bank Mandiri, dan Injourney Aviation Services (IAS). Sinergi tiga perusahaan nasional ini menandai langkah konkret menuju penguatan ekosistem medical tourism Indonesia, khususnya melalui pengalaman pemeriksaan kesehatan premium yang terintegrasi dari bandara hingga rumah sakit.
Kolaborasi ini menghadirkan layanan medical tourism yang menyatukan pemeriksaan medis berstandar internasional, kemudahan pemesanan digital, dan perjalanan udara eksklusif menuju Bali International Hospital (BIH).
Melalui aplikasi Livin’ Sukha Mandiri, pengguna dapat memesan paket Medical Check Up (MCU) premium, lalu dijemput langsung oleh layanan joumpa IAS begitu tiba di bandara. Dari sana, pelanggan diantar menuju BIH untuk menjalani pemeriksaan kesehatan yang telah dijadwalkan.
BIH menjadi pusat layanan utama dalam program ini karena reputasinya sebagai rumah sakit berstandar global yang menggabungkan fasilitas modern, teknologi diagnostik mutakhir, serta tenaga medis profesional.
Keunggulan BIH diperkuat oleh kerja sama internasional dengan ICON, SingHealth, dan Sapporo—membuat masyarakat Indonesia dapat menikmati kualitas layanan setara luar negeri tanpa perlu melakukan medical trip ke negara lain.
Sinergi IHC, Bank Mandiri, dan IAS ini sekaligus memperkuat posisi BIH sebagai destinasi medical tourism premium Indonesia, di level yang kini mulai disejajarkan dengan pusat medis populer seperti Penang dan Singapura.
Integrasi reservasi digital, layanan perjalanan eksklusif, dan pengalaman medis kelas dunia menegaskan bahwa Indonesia siap bersaing sebagai pemain regional di sektor wisata kesehatan.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Ungkap Data Mengejutkan: 454 Puskesmas Belum Memiliki Dokter Umum
Jaringan IHC yang luas—mengelola 38 rumah sakit dan 72 klinik di seluruh Indonesia—menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekosistem ini. Dengan distribusi fasilitas kesehatan yang mumpuni, jalur rujukan dan pasca-perawatan bagi pelanggan medical tourism dapat dilakukan secara lebih lancar dan terstandarisasi.
Layanan terpadu ini dijadwalkan diluncurkan pada awal 2026 dan mulai ditawarkan kepada publik pada Januari 2026. Dengan potensi menjangkau 34 juta pengguna aktif Livin’ Mandiri, kolaborasi ini membuka peluang besar untuk memperluas akses dan awareness masyarakat terhadap layanan kesehatan premium di BIH.
BIH juga menyiapkan peningkatan kapasitas tenaga medis, penyempurnaan sistem digital, serta penambahan fasilitas diagnostik untuk memastikan kualitas layanan tetap optimal meski terjadi peningkatan permintaan. Hal ini menjadi bukti kesiapan operasional BIH dalam menyambut lonjakan pelanggan medical tourism.
Direktur Komersial IHC, dr. Harmeni Wijaya, MD, menegaskan nilai strategis kolaborasi ini.
“Inisiatif ini bukan sekadar integrasi layanan, tetapi representasi komitmen IHC untuk membawa standar layanan kesehatan Indonesia ke level global, dan memastikan akses layanan medis berkualitas tanpa batas geografis,” ujarnya.
Sedangkan Senior Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Glasnosta Ramadhan mengatakan kerja sama tersebut memiliki arti strategis dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan yang terintegrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS