Suara.com - Aksi Cristiano Ronaldo yang menggeser dua botol Coca Cola beberapa saat menjelas konferensi pers sebelum pertandingan menjadi sorotan. Dalam kesempatan itu, Kapten Timnas Portugal itu terlihat menyingkirkan dua botol Coca Cola yang ada di hadapannya.
Ia justru menyarankan untuk lebih memilih minum air putih. Dalam sebuah kesempatan tahun lalu, bahkan Cristiano Ronaldo sempat curhat ia marah kepada anaknya yang mengonsumsi Coca Cola dan Fanta.
Seperti diketahui, soft drink seperti Coca Cola memang dilaporkan memiliki kandungan gula tambahan. Dikutip dari situs resmi Coca Cola, satu kaleng Coca Cola ukuran 350 ml terdapat 9,75 sendok teh gula. Jumlah itu setara dengan 39 gram gula.
Artinya takaran tersebut melebihi ukuran yang direkomendasikan oleh American Heart Association untuk orang dewasa dalam satu hari penuh!
Dikutip dari Live Strong, dalam sebuah laporan yang diterbitkan dalam jurnal Circulation pada 2019, para peneliti mengaitkan konsumsi minuman manis seperti Coca Cola dengan peningkatan kematian, dari sejumlah penyebab.
Minum minuman manis dikaitkan dengan penambahan berat badan, peningkatan risiko diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan beberapa kanker terkait diet, seperti kanker payudara dan kanker usus besar.
Para peneliti di atas berhipotesis bahwa penyebab yang mendasarinya mungkin adalah kenaikan berat badan yang terkait dengan asupan kalori ekstra. Namun, ketika mereka menggali lebih dalam, mereka menemukan bahwa risiko mengembangkan masalah kronis ini meningkat pada mereka yang minum minuman manis meskipun berat badan mereka tetap sama.
Meskipun peningkatan kematian terlihat pada pria dan perempuan, para peneliti menunjukkan bahwa efeknya terlihat lebih kuat pada perempuan daripada pria dalam hal penyakit jantung. Dengan kata lain: peneliti menyimpulkan bahwa perempuan yang minum minuman manis lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung daripada pria yang minum minuman manis, dan perempuan yang tidak.
Seperti diketahui, The American Heart Association saat ini merekomendasikan agar perempuan mengonsumsi tidak lebih dari 6 sendok teh gula tambahan setiap hari, sementara pria harus membatasi asupan mereka hingga kurang dari 9 sendok teh per hari. Perlu diingat, angka ini adalah batas atas. Itu berarti ini adalah jumlah tertinggi mutlak yang harus Anda konsumsi, tetapi semakin rendah semakin baik.
Baca Juga: APTRI : Permenperin Nomor 3 Tingkatkan Kontrol dan Pengawasan Gula
Untuk memasukkannya ke dalam perspektif kalori, satu sendok teh gula mengandung sekitar 16 kalori, yang berarti Anda akan mendapatkan 96 kalori ekstra dari 6 sendok teh gula dan 144 kalori kosong dari mengonsumsi 9 sendok teh makanan manis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian