- Bill Ford memperingatkan industri otomotif Amerika Serikat untuk segera bersiap menghadapi persaingan ketat dari produsen kendaraan asal Tiongkok.
- Produsen otomotif Amerika didesak menciptakan produk kompetitif guna mengantisipasi berakhirnya proteksi tarif dan regulasi ketat di masa depan.
- Ford mulai mengembangkan truk listrik dengan teknologi gigacasting untuk menekan biaya produksi dan menyaingi efisiensi harga pabrikan Tiongkok.
Suara.com - Ketua Eksekutif Ford, Bill Ford memberikan peringatan serius bagi industri otomotif Amerika Serikat untuk segera bersiap menghadapi persaingan nyata dengan produsen mobil asal Tiongkok. Meskipun saat ini industri otomotif Amerika masih terlindungi oleh berbagai tarif dan regulasi ketat namun perlindungan tersebut diprediksi tidak akan bertahan selamanya.
Dalam sebuah acara wawancara, Ford berpendapat bahwa produsen mobil Amerika tidak bisa hanya berasumsi merek Tiongkok akan tetap terpinggirkan dari pasar domestik. Sebaliknya ia mendesak perusahaan otomotif di negaranya untuk segera mengembangkan produk yang benar-benar mampu bersaing secara teknologi maupun harga.
"Kita harus berhadapan langsung dengan China. Kita tidak bisa berharap untuk terus menghalangi mereka selamanya, dan kita harus mampu mengalahkan mereka dalam permainan mereka sendiri," kata Ford, dikutip Kamis (16/7/2026).
Peringatan ini muncul di tengah rencana anggota parlemen Amerika Serikat yang sedang mempertimbangkan undang-undang untuk menutup total akses kendaraan buatan Tiongkok ke pasar Amerika. Walaupun Ford mendukung upaya perlindungan manufaktur dalam negeri ia menyadari produsen China kini semakin mendominasi pasar luar negeri berkat teknologi canggih dan harga yang sangat kompetitif.
Ancaman ini bahkan sudah mulai mengubah strategi internal di ruang rapat perusahaan besar Amerika. Ford dilaporkan tengah menyiapkan truk pikap listrik baru dengan target harga sekitar 30.000 Dollar AS untuk peluncuran tahun 2027. Langkah ini melibatkan teknik manufaktur mutakhir seperti gigacasting guna menekan biaya produksi agar bisa menyaingi efisiensi pabrikan Tiongkok.
Bill Ford juga menyoroti adanya ketidaksinkronan antara siklus politik dan investasi industri yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dieksekusi secara matang. "Waktu tunggu kami lebih lama daripada waktu tunggu politik," tegas Ford.
Kekhawatiran Ford didasari pada kesuksesan merek Tiongkok di pasar internasional seperti truk BYD Shark 6 yang meraih sukses besar di Australia. Mengabaikan potensi masuknya produk tersebut ke Amerika Serikat dianggap sebagai langkah yang berbahaya bagi masa depan industri otomotif nasional di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Dua Petinggi Golkar Riau Berseteru, Pendukung Saling Baku Hantam di DPRD
-
Purwoceng Berstatus Kritis, Bisakah Varietas Unggul Menyelamatkannya?
-
Bos Ford Beri Peringatan Keras Industri Otomotif AS Mustahil Halau Laju Mobil China Seterusnya
-
Sensatia Peroleh Persetujuan Dari Cruelty Free International, Perkuat Komitmen Pada Clean Beauty
-
Gudang Amunisi TNI AD di Madiun Meledak, Satu Prajurit Gugur
-
Sayembara Umrah Menteri PU: Politik Klarifikasi di Tengah Tuduhan Nepotisme
-
Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu
-
Vonis 10 Tahun Belum Final, Nadiem Makarim Akan Jalani Sidang Banding
-
Purbaya Pastikan Ambil Alih Utang Kereta Cepat, Tinggal Tunggu Danantara
-
Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M