Suara.com - Pedangdut Ayu Ting Ting ternyata memiliki kebiasaan yang aneh, yakni suka menggigit kuku. Ayu Ting Ting mengakui kebiasaan anehnya itu saat menjadi binatang tamu di Podcast Armand Maulana.
Armand Maula pun sempat geleng-geleng saat tahu Ayu Ting Ting suka menggigit kuku yang sudah pajang, termasuk kuku kakinya. Karena, Armand mengira Ayu Ting Ting bukan sosok yang aneh-aneh.
"Biasanya kalau kuku panjang dikit gue gigit-gigit. Sampai ke kaki juga gue gigit kukunya," ujar Ayu Ting Ting di YouTube Armand Maulana.
Ayu Ting Ting mengaku sudah memiliki kebiasaan gigit kuku sejak kecil. Bahkan, kebiasaannya itu juga membuat anaknya, Bilqis Khumairah Razak heran.
Kebiasaan menggigit kuku seperti Ayu Ting Ting bisa menjadi indikasi masalah kesehatan mental. Terlebih, bila kebiasaan ini tidak berhenti seiring bertambahnya usia.
Dalam istilah psikologi dilansir dari Psychology Today, menggigit kuku dikenal sebagai onychophagia. Kondisi ini dianggap sebagai kebiasaan oral patologis dan gangguan perawatan yang ditandai dengan kebiasaan menggigit kuku kronis.
Onychophagia diklasifikasikan dalam DSM-5 sebagai gangguan obsesif kompulsif dan gangguan terkait. Kebiasaan ini seringkali menyebabkan kerusakan pada kuku.
Kebiasaan menggigit kuku secara kronis bisa menyebabkan gejala bersifat psikologis dan fisik, sama seperti perilaku berulang lainnya, missal mengopek kulit atau menarik rambut.
Berikut ini, contoh gejala yag bersifat psikologis dan fisik:
Baca Juga: Waspada! Virus Corona Varian Delta Ditemukan di Karawang
- Perasaan gelisah atau tegang sebelum menggigit
- Perasaan lega atau kesenangan setelah menggigit
- Perasaan malu dan bersalah
- Kerusakan jaringan pada jari, kuku dan kutikula
- Cedera mulut, masalah gigi, abses dan infeksi
Sebenarnya, hubungan antara kebiasaan orang menggigit kuku dan kesehatan mental belum jelas. Tapi, faktor genetik bisa jadi salah satu penyebab seseorang mengembangkan onychophagia, gangguan suasana hati dan kecemasan lebih tinggi.
Kebiasaan menggigit kuku sendiri telah dikaitkan dengan kecemasan, karena tindakan ini bisa mengurangi stres, ketegangan atau kebosanan.
Sementara itu, kebiasaan gigit kuku tanpa gejala kondisi kejiwaan lain bisa dikaitkan dengan Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD), oppositional defiant disorder, separation anxiety, enuresis, gangguan tic dan masalah kesehatan mental lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi