Suara.com - Kasus Covid-19 pada anak terus menjadi sorotan seiring makin bertambahnya jumlah yang terinfeksi. Ketua ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Aman Pulungan, Sp. A., mengatakan, saat ini jumlah kasus Covid-19 pada anak sudah lebih dari 200 ribu.
Sementara angka kematian pada anak didominasi oleh usia balita hingga 50 persen, 30 persen lainnya merupakan remaja. Dalam webinar bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga Forum Anak, dokter Aman meminta agar remaja bisa menjadi agen perubahan bagi sesamanya.
"Percayalah pandemi ini ada dan kalaupun kalian sakit, kalian bukan main-main ataupun superhero. Bisa sakit dan bisa meninggal," kata dokter Aman dihadapan virtual para anggota Forum Anak, Kamis (24/6/2021).
Bukan hanya perlu berkontribusi terhadap teman sebaya, dokter Aman mengingatkan bahwa dengan taat protokol kesehatan remaja juga bisa melindungi keluarganya di rumah.
Terlebih data IDAI menunjukan bahwa 66 persen keluarga di Indonesia tinggal bersama balita dan lansia, kelompok yang paling rentan terinfeksi Covid dan meninggal.
"Jadi yang paling banyak meninggal balita dan lansia. Bagaimana kalau remaja keluar rumah tidak taat protokol, akhirnya remaja sendiri sakit dan menularkan," tegas dokter Aman.
Selain taat protokol kesehatan, dokter Aman juga meminta remaja bisa jadi pelopor untuk mau testing dan tracing jika mengalami gejala atau sempat bertemu langsung dengan pasien Covid-19. Menurut dokter Aman, salah satu tingginya angka pasien Covid-19 yang meninggal akibat telatnya dilakukan testing dan kurangnya tindakan tracing.
"Kalau kalian ada gejala, harus berani ditesting. Jadilah agent of change, kasih tahu ke teman-teman, kalau ada teman yang tidak mau memakai masker, tidak mau jaga jarak, tidak mau cuci tangan, dan tidak mau diswab," tuturnya.
Perasaan bosan terus di rumah selama 1,5 tahun pandemi, menurut dokter Aman tidak sebanding dengan isolasi mandiri di rumah sakit yang harus dihadapi pasien Covid-19. Terlebih jika mengalami gejala buruk dan harus menggunakan oksigen.
Baca Juga: PPKM Mikro Kembali Berlaku di Batam, Restoran dan Mall Buka Sampai Jam 8 Malam
"Di rumah kita bisa bernapas, dibanding setengah hari atau satu hari pakai oksigen atau dalam ICU diisolasi, ayah bunda tidak bisa menemani," pesan dokter Aman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?