Suara.com - Masuk angin telah menjadi diagnosis umum masyarakat Indonesia saat diserang penyakit. Gejala seperti pusing, kembung, dan mual disebut masuk angin.
Orang yang mengalami meriang, flu, dan pegal linu juga dikatakan sedang masuk angin.
Secara ilmu kedokteran, sebenarnya tidak ada istilah sakit masuk angin. Penyakit dengan gejala yang mirip, hanya disebut dengan common cold.
Dikutip dari Ruang Guru, tubuh meriang, pusing, flu hingga pegal linu merupakan kumpulan gejala yang terjadi akibat gabungan kelelahan fisik, terlambat makan, dan stres pikiran.
Karena gabungan ketiga hal tersebut, terjadilah pembentukan gas berlebih di lambung dan usus. Kemudian timbul rasa penuh di usus lalu mulas, diikuti mual, dan muntah.
Efeknya juga bisa membuat pegal karena cuaca dingin yang menyergap tubuh dan menimbulkan mekanisme vasoconstriction atau penyempitan pembuluh darah.
Sebenarnya penyempitan pembuluh darah itu merupakan mekanisme tubuh untuk menjaga tidak terjadi pengeluaran kalori berlebihan dari tubuh, sehingga tubuh tidak perlu mengalami penurunan suhu atau hipotermia.
Namun, dampak kurang menyenangkan dari penyempitan pembuluh ini adalah peredaran darah menjadi kurang lancar. Akibatnya, hasil metabolisme, berupa asam laktat, terakumulasi pada otot-otot. Karena itu yang membuat badan jadi terasa pegal-pegal.
Begitu pula dengan flu, cuaca dingin dapat menyebabkan rambut-rambut sel di saluran napas lambat bergerak.
Baca Juga: Demam dan Nyeri Usai Vaksinasi Covid-19, Begini Saran IDI Untuk Meredakan
Padahal, berfungsi untuk mengeluarkan lendir, bakteri, dan virus. Perlambatan ini juga menyebabkan seseorang menjadi rentan terkena infeksi seperti batuk, pilek, dan lain-lain.
Sedangkan kondisi perut kembung akibat terlalu banyak terisi gas. Hal tersebut diakibatkan cuaca dingin yang menyebabkan perlambatan gerak peristaltik usus.
Perlambatan inilah yang menyebabkan gas tertampung di saluran cerna, sehingga perut terasa kembung dan penuh atau masyarakat biasanya menyebutnya begah. Akhirnya perut akan tertekan oleh gas dan menyebabkan rasa mual sehingga menekan nafsu makan.
Hasil penelitian mengatakan, setidaknya ada 200 virus dan 1001 penyakit lain yang menyebabkan gejala-gejala seperti masuk angin.
Misal, flu bisa disebabkan dengan tiga macam penyebab yaitu, rhinovirus, alergi, dan flu burung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses
-
Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat
-
World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu
-
2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit
-
Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia
-
Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem