Suara.com - Meningkatnya lonjakan kasus Covid-19 membuat sebagian masyarakat harus menjalani isolasi mandiri di rumah. Ada hal yang harus dipersiapkan selama melakukan isolasi mandiri, tentunya ini yang perlu dipertimbangkan.
Pertama, kebutuhan sehari-hari harus tetap tersedia dan terjaga dengan baik. Kedua, pentingnya mengonsumsi makanan dan air mineral, istirahat yang cukup, ruang isolasi dengan ventilasi yang baik, pakaian dan tempat tidur yang memadai.
Selain itu, aspek kesehatan juga harus dipenuhi. Masing-masing aspek ini perlu dilakukan. Mulai dari obat-obatan baik untuk orang yang positif Covid-19 atau yang punya penyakit penyerta. Tentunya, perlu mengonsumsi obat secara rutin selama di rumah.
Menurut Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara 2018-2020, Prof. Tjandra Yoga Aditama, selama isolasi mandiri di rumah perlunya ketersediaan komunikasi dengan petugas kesehatan untuk konsultasi. Baik itu di klinik maupun puskesmas terdekat.
"Atau setidaknya ada kenalan atau kerabat yang kebetulan berprofesi kesehatan. Ini sangat diperlukan karena kalau dirawat di rumah sakit, maka dokter akan berkunjung setiap hari secara berkala. Dan itu harus ada komunikasi dengan petugas kesehatan," ungkapnya lewat keterangan rilis yang diterima Suara.com, Minggu (4/7/2021).
Adapun yang harus dilakukan selama isolasi mandiri, pola hidup sehat juga harus terjaga. Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan olahraga, menjaga kebersihan, dan mengelola stres dengan baik.
Untuk mencegah penularan dari rumah ke anggota keluarga, Prof Tjandra Yoga memberi tiga hal yang harus dilakukan.
"Pertama tidur di kamar yang terpisah, memisahkan makanan, pakaian, alat mandi, dan alat pribadi. Lalu memakai masker jika terpaksa kontak dengan anggota keluarga lain, dan terakhir rajin mencuci tangan," ungkapnya.
Baca Juga: Tak Kuat Ladeni Pandei COVID-19, Hotel dan Restoran di Bandung Ini Gulung Tikar
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi