Suara.com - Umumnya, orang mengganti pakaian dalamnya dua kali sehari. Meskipun beberapa orang mungkin tidak rutin mengganti pakaian dalam sebanyak 2 kali sehari.
Padahal, kebiasaan itu bisa berdampak buruk pada organ intim. Selain itu, cara kita mencuci pakaian dalam juga turut berdampak pada area organ intim.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, 5 kesalahan merawat pakaian dalam yang bisa berdampak buruk pada organ intim.
1. Celana dalam renda
Beberapa wanita mungkin senang memakai celana dalam renda daripada katun, entah karena modelnya atau lainnya. Tapi, memakai celana dalam rendah berisiko buruk bagi kesehatan.
Karena, kain renda tidak bisa menyerap keringat sehingga menciptakan tempat berkembang baiknya bakteri yang sempurna di area organ intim. Pada akhirnya, kondisi ini bisa menyebabkan iritasi kulit dan infeksi.
Jika Anda tidak suka menggunakan celana dalam berbahan katun, pastikan celana dalam Anda dilapisi bahan katun di bagian selangkangannya. Cara ini bisa mencegah berkembangnya infeksi jamur.
2. Pakaian dalam yang salah ketika pergi ke gym
Anda mungkin kurang memperhatikan pakaian dalam yang cocok dan tepat untuk olahraga. Padahal celana dalam yang ketat dan tidak diperuntukan olahraga bisa membuat organ intim lebih lembab dan menyebabkan iritasi kulit.
Baca Juga: Positif Virus Corona Covid-19, Begini Langkah-langkah Isolasi Mandiri di Rumah!
Sebaiknya, Anda memakai pakaian dalam yang terbuat dari bahan alami dan tidak membuat pergerakan Anda terbatas ketika olahraga. Jangan lupa ganti celana dalam setelah olahraga, karena keringat bisa menyebabkan selangkangan terasa gatal dan keputihan.
3. Memasukkan celana dalam ke mesin pengering
Anda mungkin terbiasa mengeringkan celana dalam menggunakan mesin cuci sebelum dijemur. Tetapi, cara ini bisa merusak kain celana dalam dan menyebabkan kain menyusut dan terlihat kendor. Jadi, lebih baik langsung menjemurnya di bawah panas matahari daripada menggunakan mesin pengering terlebih dahulu.
4. Mencuci pakaian dalam dengan detergen beraroma
Kesalahan pakai celana dalam lainnya adalah Anda mencucinya pakai detergen yang beraroma dan menggunakan pewangi. Karena, detergen beraroma dan pewangi bisa menyebabkan ruam dan reaksi alergi pada organ intim Anda. Karena, kulit di sekitar organ intim lebih sensitif sehingga lebih baik pakai detergen antialergi bebas pewangi.
5. Tidur pakai pakaian dalam
Banyak orang masih terbiasa tidur tetap memakai pakaian dalam. Tapi, sebenarnya tubuh butuh istirahat dengan tidak mengenakan pakaian dalam. Penelitian ini menunjukkan bahwa tidur tanpa pakaian dalam lebih baik untuk menjaga kulit di area organ intim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?