Suara.com - Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari satu tahun sedikit banyak berpengaruh terhadap kondisi mental. Terlebih dengan terpaan berita tentang makin memburuknya situasi Covid-19.
Belum lagi, Indonesia baru saja menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat sejak 3 hingga 20 Juli 2021, untuk mengendalikan kasus Covid-19. Tentu ini tidak mudah bagi masyarakat jika harus berdiam diri di rumah.
Psikolog Intan Erlita mengatakan orangtua dan lansia di rumah saja lebih rentan mengalami stres karena terus mendapat paparan berita di media sosial. Sehingga ia menyarankan untuk mencari berita-berita positif.
“Bukan tidak boleh kita mengetahui data, tetapi bukan untuk menjadi kita takut dan menjadi over protektif,” kata Intan Erlita.
Berikut tips lain dari Intan untuk menjaga pikiran agar tidak stres, sehingga jadi lebih sehat berdasarkan siaran pers Susu Segar Hometown Dairy, Selasa (6/7/2021):
- Banyak berdoa karena meskipun ikhtiar kita sudah maksimal, tetapi kedekatan kita kepada Tuhan Yang Maha Pencipta ini jauh membuat kita lebih tenang.
- Memulai baca-baca berita-berita atau follow akun-akun yang valid dan bukan hanya menciptakan hoaks. Menyaring berita apa yang masuk kepada diri kita baik melalui media social, berita TV, maupun WA Group yang ada.
- Mulai bekerjasama dengan orang-orang di rumah. Kita sebutnya adalah tim, duduk bareng suami dan anak-anak, kira-kira di masa di rumah aja ini kita mau melakukan apa saja yang seru bersama.
- Mencari hobi yang bisa melibatkan bersama-sama keluarga di rumah.
- Interaksi anak dengan orang tua, karena bagaimanapun anak-anak membutuhkan interaksinya dengan orang tua.
- Menjaga asupan makanan, minuman yang kaya nutrisi, karena kesegaran dan nutrisi alami dari makanan dan minuman bernutrisi dapat dikonsumsi untuk menjaga kesehatan dan imunitas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang