Suara.com - Penyakit alergi pada anak sering dikaitkan dengan keturunan atau faktor genetik. Padahal menurut dokter, penyebab alergi bukan cuma itu.
Dokter Spesialis Anak dr. Fakhri Widyanto mengatakan risiko alergi memang ditentukan oleh faktor genetik. Hanya saja yang menimbulkan alergi bisa berbeda antara anak maupun orangtua.
“Bagaimana alergi ini terjadi? Yang pertama adanya sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan. Jadi bisa kita katakan, alergi ini terjadi ketika tubuh kita sensitif pada zat tertentu,” katanya dalam acara Atasi Alergi Pada Anak Rabu (7/7/2021).
Zat penyebab alergi bisa muncul dari mana saja, termasuk makanan dan obat-obatan.
“Bisa dari makanan, serbuk sari tanaman, bahkan obat-obatan,” ungkapnya,
Selain itu, alergi juga bisa kambuh lewat paparan udara. Disebut dengan alergen udara, ini terjadi adanya tungau debu yang hidup di lingkungan sekitar. Utamanya, tungau debu bisa berasal dari lingkungan dalam rumah.
“Paling sering itu tungau debu, dan mereka adalah komponen utamanya. Bisa hidup di temat tidur, pelapis, dan karpet,” lanjut dr. Fakhri.
Serbuk sari juga menjadi penyebab terjadinya alergi pada anak. Disebut dengan hay fever atau rose fever, serbuk sari yang memicu alergi bisa ditemukan lewat pohon, gulma, dan rerumputan lewat partikel kecil udara.
Penyakit alergi ini, lanjut dr. Fakhri, menjadi masalah kesehatan utama yang terjadi di Amerika Serikat. Bahkan 50 juta orang termasuk anak-anak mengalami penyakit tersebut.
Baca Juga: 7 Cara Alami Atasi Alergi Tanpa Obat agar Tidak Ketergantungan
“Di Indonesia apakah ada penyebab dari serbuk sari? Kemungkinan ada, tapi biasanya tidak sebanyak kasus yang dijumpai dari negara maju seperti Amerika Serikat dan Eropa,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
5 Lipstik Anti Alergi untuk Bibir Sensitif dan Sering Pecah-Pecah
-
Teknologi Baru untuk Bunda! Risiko Alergi Anak Kini Bisa Dicek Lewat HP
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Jessica Iskandar Tumbang Usai Santap Makanan Mentah, Vincent Verhaag Ungkap Kronologinya
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance