Suara.com - Virus corona varian Delta lebih menular dan mudah menyebar daripada varian lainnya, terutama pada orang yang belum suntik vaksin Covid-19.
Sedangkan, banyak anak-anak yang masih belum mendapatkan vaksin Covid-19, terutama anak usia di bawah 12 tahun.
Hal ini seharusnya menjadi pertimbangan para orangtua dan pengasuh ketika mengajak anak keluar rumah atau mengizinkannya berangkat ke sekolah.
Di sisi lain, beberapa orangtua mungkin bingung caranya melindungi anak-anak mereka dari varian Delta.
Misalnya, orangtua atau orang dewasa di sekitar anak-anak harus memakai masker atau tidak ketika berinteraksi.
"Jika anak-anak Anda sudah besar dan cukup memahami situasi sekarang harus memakai masker. Maka mereka harus memakai masker ketika berada di dalam maupun di luar ruangan, setidaknya sampai penyebaran varian Delta ini terkendali," kata Dr. Peter Hotez, dekan National School dari Tropical Medicine di Baylor College of Medicine dikutip dari CNN.
Dr. Peter Hotez mengatakan bahwa anak-anak lebih aman di daerah seperti Timur Laut, yang tingkat penyebaran varian Delta lebih rendah.
Bila Anda berada di wilayah dengan penyebaran varian Delta cukup banyak dan tingkat vaksinasi masih rendah, maka anak-anak dan orang dewasa di sekitarnya harus tetap memakai masker.
"Hal ini membutuhkan kesadaran orangtua atau orang dewasa siapa pun di sekitar anak-anak yang belum vaksinasi untuk memahami situasi di wilayahnya, baik tingkat penyebaran virusnya maupun vaksinasinya," jelasnya.
Baca Juga: Tinjau Vaksinasi Massal, Ketua DPR Beri 30 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 untuk Warga Jatim
Dr. Vivek Murthy, Ahli Bedah Umum AS, mengatakan alangkah lebih baik orang dewasa dan orangtua yang memiliki anak-anak belum vaksinasi untuk memakai masker meskipun di dalam ruangan.
Apalagi, mereka yang berada di wilayah dengan tingkat penyebaran virus corona lebih tinggi.
"Jika anak-anak Anda belum cukup umur untuk vaksinasi, mereka harus menggunakan masker ketika berada di luar ruangan," kata Dr Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular.
Namun, Dr Yvonne Maldonado, ketua American Academy of Pediatrics' Committee on Infectious Diseases, mengatakan bahwa memvaksinasi orang dewasa dapat melindungi anak-anak dengan lebih baik, bahkan jika virus lebih mudah menular.
"Penting bagi orang tua dan anggota keluarga dekat lainnya yang memenuhi syarat untuk suntik vaksin Covid-19 demi melindungi anak-anak di bawah usia 12 tahun," kata Maldonado.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin