Suara.com - Terlihat cantik, tanaman berbunga mirip terompet, yakni kecubung malah bisa membuat Anda mabuk. Terkadang banyak orang yang menggunakan tanaman ini sebagai pengganti efek euforia dan mabuk yang murah.
Bunga kecubung sendiri mengandung halusinogen dan narkotika yang berpotensi mematikan. Bunga beraroma harum ini mengandung skopolamin, halusinogen, dan narkotik.
Kandungan tersebut dapat menyebabkan keadaan seperti zombie di mana ditandai dengan halusinasi, amnesia, dan hilangnya kehendak bebas.
Melansir dari WebMD, terlepas dari masalah keamanan yang serius, orang menggunakan bunga kecubung untuk obat rekreasi yang menginduksi halusinasi dan euforia. Ini juga digunakan untuk asma dan kondisi lain, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang baik untuk mendukung penggunaan ini.
Saat diminum, seluruh bagian tanaman beracun, tetapi daun dan bijinya paling banyak mengandung racun.
Mengonsumsi kecubung dan bunganya dapat menyebabkan kebingungan, pupil melebar, haus yang intens, kulit kering, kemerahan, demam, tekanan darah tinggi atau rendah, detak jantung cepat, kesulitan bernapas, halusinasi, gugup, kehilangan ingatan, kejang-kejang, kelumpuhan, koma, dan kematian.
Bagi siapapun, tanaman ini tak aman, terlebih sangat berbahaya bagi orang-orang dengen kondisi hamil, menyusui, anak-anak, gagal jantung, sembelit, down sindrom, hingga orang dengan radang usus.
Bunga kecubung juga mengandung bahan kimia yang menyebabkan efek pengeringan, sehingga dapat juga mempengaruhi otak dan jantung. Hal ini juga akan menyebabkan efek samping termasuk kulit kering, pusing, tekanan darah rendah, detak jantung cepat, dan efek samping serius lainnya.
Baca Juga: 7 Remaja di Banda Aceh Ditangkap Polisi Gegara Ngelem
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!