Cetylpyridinium tidak direkomendasikan bagi pasien Covid-19 karena obat ini berfungsi sebagai obat kumur dan produk-produk kesehatan gigi. Menggunakannya untuk pasien Covid-19 justru dianggap menyalahi aturan.
6. Favipiravir
Meskipun obat antivirus ini disetujui di Cina dan Jepang untuk mengobati influenza, sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa obat tersebut efektif mengatasi Covid-19. Hingga kini masih dilakukan uji klinis untuk mengukur efektivitas dan efek samping dari Favipiravir.
7. Guaifenesin (Mucinex)
Guaifenesin merupakan obat batuk yang dijual bebas di pasaran. Namun, obat ini belum terbukti bisa digunakan untuk pasien Covid-19.
8. Antibiotik
Antibiotik bekerja melawan infeksi bakteri bukan infeksi virus seperti Covid-19. Tidak ada uji klinis yang membuktikan obat ini bisa digunakan untuk terapi Covid-19.
9. N-acetylcysteine
Obat untuk pasien Covid-19 berikutnya adalah N-acetylcysteine. Obat ini biasanya dipakai untuk mengatasi penyakit pernapasan. Namun, belum ada riset ilmiah yang membuktikan penggunaan obat efektif untuk pasien Covid-19.
Baca Juga: Daftar Lengkap 184 Tempat Isolasi Terkendali Baru di DKI, Sekolah hingga Rumah Dinas Lurah
N-acetylcysteine ini juga memiliki efek samping seperti menyebabkan sesak napas, pembengkakan di area wajah, dan reaksi alergi.
10. Ivermectin
Ivermectin digunakan untuk mengobati infeksi parasit sehinga dianggap ampuh untuk mengatasi Covid-19. Namun, tidak ada uji klinis yang menunjukkan bahwa obat ini efektif untuk pasien Covid-19.
Ivermectin juga bisa menimbulkan reaksi alergi, iritasi kulit, nyeri sendi, pembengkakan, dan demam.
Itulah daftar 10 jenis obat untuk pasien Covid-19 yang biasanya dipakai untuk mengatasi gejala virus corona. Perlu anda ingat lagi bahwa obat-obatan tersebut belum teruji efektifitasnya untuk mengobati atau mencegah Covid-19.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!