Suara.com - Temuan baru menunjukkan bahwa semakin sehat jantung Anda, maka semakin baik pula proses kehamilan Anda. Hal ini dinyatakan pada studi yang diterbitkan pada European Journal of Preventive Cardiology.
Melansir dari US News, penulis studi Dr. Sadiya Khan mengatakan temuan untuk melakukan penilaian jantung yang lebih komprehensif sebelum kehamilan daripada berfokus pada faktor risiko tekanan darah tinggi (hipertensi) atau indeks massa tubuh (perkiraan berbasis lemak tubuh pada ketinggian dan berat).
"Pada kenyataannya tidak semua kehamilan direncanakan, tetapi idealnya kita akan mengevaluasi perempuan jauh sebelum hamil sehingga ada waktu untuk mengoptimalkan kesehatan mereka," kata Khan, asisten profesor kardiologi di Universitas Northwestern Feinberg School of Medicine, di Chicago.
"Kita juga perlu mengalihkan fokus kita untuk memprioritaskan dan mempromosikan kesehatan perempuan sebagai masyarakat. Jadi alih-alih hanya mengidentifikasi hipertensi, kita perlu mencegah tekanan darah menjadi tinggi," imbuhnya.
Studi ini mencakup lebih dari 18,6 juta kehamilan, menemukan hubungan yang kuat antara hasil kehamilan dan kesehatan jantung perempuan, termasuk empat faktor risiko penyakit jantung. Faktor-faktor risiko tersebut adalah berat badan yang tidak sehat, merokok, tekanan darah tinggi, dan diabetes.
Lebih dari 60 persen perempuan memiliki satu atau lebih faktor risiko penyakit jantung pra-kehamilan, dengan 52 persen memiliki satu dan 7 persen memiliki dua.
Dibandingkan dengan wanita tanpa faktor risiko, mereka yang memiliki faktor risiko sekitar enam kali lipat berisiko dirawat di unit perawatan intensif (ICU), sekitar empat kali risiko kelahiran prematur, hampir tiga kali lipat risiko untuk berat lahir rendah dan hampir sembilan kali risiko kematian janin.
Selain itu, temuan menunjukkan bahwa setiap faktor risiko meningkatkan kemungkinan hasil yang merugikan. Dibandingkan dengan perempuan tanpa faktor risiko, mereka yang memiliki satu faktor risiko meningkatkan peluang untuk wanita hamil yang membutuhkan perawatan ICU sebesar 12 persen, memiliki dua faktor risiko menabrak risiko sebesar 86 persen, memiliki tiga faktor risiko lebih dari empat kali lipat risiko, dan memiliki empat menaikkannya hampir enam kali lipat.
"Faktor risiko kardiovaskular individu, seperti obesitas dan hipertensi, hadir sebelum kehamilan telah dikaitkan dengan hasil yang buruk bagi ibu dan bayi," kata Khan.
Baca Juga: Nasib Buruk Menanti Satpol PP Gowa Setelah Bogem Ibu Hamil
"Data ini menggarisbawahi bahwa meningkatkan kesehatan jantung secara keseluruhan sebelum kehamilan harus menjadi prioritas," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah
-
Google dan Meta Dituntut Karena Desain Aplikasi Bikin Anak Kecanduan