Suara.com - Para peneliti dari Imperial College London dan University College London (UCL) menunjukkan manfaat kesehatan dari aktivitas fisik sehari-hari, seperti hubungan perjalanan menuju ke kantor atau tempat kerja dengan tekanan darah tinggi.
Aktivitas fisik seperti perjalanan menuju ke tempat kerja membutuhkan pengeluaran energi yang membuat badan lebih bugar. Dalam studi mereka, lebih dari 20 ribu pekerja di Inggris ditanya tentang cara mereka berangkat kerja sebelum pandemi virus corona Covid-19.
Mereka yang biasa berangkat kerja dengan cara bersepeda, berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum memiliki risiko kelebihan berat badan yang lebih rendah. Kondisi ini akhirnya akan mempengaruhi tekanan darah tinggi seseorang.
Karena, NHS menjelaskan kelebihan berat badan dan obesitas salah satu faktor kunci dalam peningkatan risiko tekanan darah tinggi. Studi ini juga mengungkapkan bahwa orang yang berjalan kaki ke tempat kerja, 17 persen lebih kecil risikonya mengalami tekanan darah tinggi.
"Studi ini menyatakan bahwa membangun aktivitas fisik ke atau dalam rutinitas sehari-hari dengan berjalan kaki, bersepeda atau menggunakan transportasi umum ketika pergi bekerja," kata Anthony Laverty, dari School of Public Health di Imperial College London dikutip dari Express.
Jika aktivitas harian membuat Anda jarang bergerak, artinya Anda termasuk orang yang kurang aktivitas fisik dan olahraga yang diperlukan untuk menurunkan tekanan darah.
Padahal aktivitas fisik salah satu predictor tertinggi tekanan darah tinggi dan komplikasi kesehatan terkait kondisi tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan peningkatan tekanan darah adalah masalah medis serius yang meningkatkan risiko penyakit jantung, otak, ginjal dan lainnya secara signifikan.
Karena, tekanan darah tinggi termasuk penyebab Utama kematian dini. Maka, semua orang perlu mencegah masalah kesehatan ini. WHO menekankan bahwa aktif secara fisik adalah kunci dalam mencegah hipertensi atau tekanan darah tinggi.
"Orang dewasa harus melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobic intensitas sedang, seperti bersepeda atau jalan cepat setiap minggu," kata NHS.
Baca Juga: Wuhan Kembali Laporkan temuan Virus Corona Baru, Pemerintah gelar tes PCR Massal
Semua orang perlu aktivitas fisik setidaknya 2 jam dan 30 menit setiap minggu untuk menjaga kesehatan. Karena, fisik yang aktif akan menurunkan tekanan darah sehingga akan membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Cara termudah untuk melampaui target aktivitas fisik mingguan 150 menit adalah menggerakkan tubuh Anda dalam jumlah waktu yang tepat setiap hari. Aktivitas fisik ini meliputi:
- Jalan cepat
- Aerobik air
- Bersepeda
- Tenis ganda
- Bermain roller blade
- Mendorong mesin pemotong rumput
- Menari
Saat Anda bekerja dari rumah, penting untuk meluangkan waktu untuk olahraga guna mencegah tekanan darah tinggi. Karena, kerja dari rumah akibat pandemi virus corona Covid-19 ini salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Selain olahraga, ada baiknya menghindari penggunaan tembakau. Konsumsilah lebih banyak buah dan sayuran sekaligus membatasi makanan tinggi lemak jenuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS