Suara.com - Pentingya vitamin A bagi tumbuh kembang anak tidak boleh diabaikan. Bahkan menurut dokter, vitamin A semakin penting diberikan pada anak-anak di masa pandemi Covid-19 saat ini.
dr. Himawan Aulia Rahman, Sp.A dari RS Cipto Mangunkusumo mengingatkan bahwa pemberian vitamin A tetap harus dilakukan di tengah situasi pandemi ini dengan mematuhi protokol kesehatan.
"Mengapa itu penting? Karena defisiensi atau kekurangan vitamin A itu cukup tinggi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Di seluruh dunia, defisiensi vitamin A itu terjadi pada 30 persen anak di bawah usia 5 tahun," kata Himawan dilansir ANTARA.
Bagi anak-anak yang sedang terkena COVID-19, pemberian vitamin A tetap dapat dilakukan. Orang tua dapat meminta kapsul vitamin A ke posyandu atau puskesmas terdekat kemudian dapat memberikannya pada anak di rumah.
Namun Himawan menegaskan supaya kondisi orang tua maupun keluarga anak juga perlu dipastikan terlebih dulu.
"Kalau orang tuanya positif Covid juga, misal keluarganya positif covid kan harus melakukan isolasi mandiri. Jadi bisa ditunda hingga isolasi mandirinya itu selesai. Namun jangan ditunda terlalu lama. Tetap harus diberikan di bulan ini," kata dokter yang merupakan anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini.
Himawan menjelaskan, penundaan dari pemberian Vitamin A ini tidak ada efek samping. Akan tetapi, Vitamin A perlu diperhatikan dosisnya. Sebab, mengkonsumsi vitamin A secara berlebihan sangat tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan keracunan.
Terkait dengan dosis vitamin A yang diberikan secara rutin Himawan mengatakan pada umumnya sudah disesuaikan dan aman untuk anak-anak.
Lebih lanjut Himawan memaparkan bahwa vitamin A sangat penting untuk diberikan karena tidak dapat diproduksi untuk tubuh. Selain itu, vitamin A juga sangat penting untuk organ mata karena dapat mencegah kelainan Xeropththalmia. Kemudian, vitamin A juga berperan dalam diferensiasi sel-sel tubuh, termasuk sel-sel yang berperan dalam perkembangan tubuh.
Baca Juga: Selain Tulang dan Kekebalan, Vitamin D Juga Terkait dengan Berat Badan
"Jadi kenapa kita wajib memberikan vitamin A yang pertama tadi karena tidak bisa dibentuk oleh tubuh dan yang kedua, kita butuh dalam jumlah sedikit untuk fungsi fungsi yang sudah saya sebutkan tadi," kata Himawan.
Himawan menjelaskan bahwa defisiensi vitamin A menyebabkan sekitar 500 ribu anak pra-sekolah di seluruh dunia itu buta.
"Sudah ada penelitiannya, kalau pemberian vitamin A itu rutin untuk anak di daerah endemik defisiensi vitamin A, itu dapat menurunkan angka kematian anak sekitar 5 sampai 15 persen, sehingga pelaksanaan pemberian Vitamin A rutin ini tak hanya bermanfaat untuk organ mata atau sel-sel tubuh anak, tapi juga dapat menurunkan angka kematian balita," jelas dia.
Tag
Berita Terkait
-
Jaga Elastisitas Kulit dengan 4 Body Butter Vitamin E, Bye Kulit Kering!
-
5 Vitamin Terbaik untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah
-
5 Pilihan Lip Serum Vitamin C & E: Solusi Bibir Cerah & Lembab
-
Cara Menggunakan Vitamin C yang Tepat, Efektif Memudarkan Flek Hitam
-
Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS