Suara.com - Hingga saat ini, memang masih belum ada vaksin Covid-19 yang bisa mencegah penularan. Namun, menurut Ahli Virologi Sidrotun Naim vaksin Covid-19 bisa mengurangi risiko kematian.
Fenomena ini terlihat setelah virus corona varian Delta menyebar sangat cepat ke seluruh dunia, sehingga jadi varian of concern (VOC) oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Naim mengatakan, bahwa semua orang yang sudah divaksinasi dengan jenis vaksin apapun bisa tetap menularkan varian delta ke orang lain.
"Vaksin untuk mencegah penularan gagal semuanya, penularan tetap terjadi dengan menggunakan vaksin apapun," ujar Naim dalam acara diskusi Gelora TV, Rabu (11/8/2021).
Itulah mengapa beberapa negara, seperti Amerika Serikat yang sebelumnya sudah memperbolehkan masyarakat yang telah divaksinasi lepas masker di tempat publik.
Namun pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika atau CDC, merevisi kembali aturan tersebut dan mewajibkan masker meski sudah divaksinansi karena varian Delta.
Meski begitu kata Naim, vaksin mampu mencegah risiko keparahan atau kematian akibat Covid-19. Hal ini terbukti di beberapa negara yang angka vaksinasinya tinggi, dan lonjakan kasus Covid-19 harian bertambah, tapi angka kematian cenderung lebih rendah.
"Amerika itu kasus baru per hari 100 ribu. Singapura juga kasus barunya tinggi, tapi negara-negara ini kematiannya sedikit dan kuncinya vaksinasi," terang Naim.
Berdasarkan data worldometers, pada 10 Agustus 2021 di Amerika Serikat tembus 100 ribu kasus baru, dengan kematian baru 657 korban jiwa. Di hari yang sama, Singapura tercatat ada 63 kasus baru, tapi tidak ada kematian baru.
Nahasnya, masih di hari yang sama kasus baru Indonesia tembus 32 ribu, dengan lebih dari 2.000 nyawa melayang di hari yang sama karena Covid-19.
Baca Juga: Puluhan Ibu Hamil Suspect COVID-19 di Kediri Ditangani Ketat
Itulah mengapa, menurut Naim vaksinasi sangat berperan besar mencegah perburukan atau kematian akibat terinfeksi virus corona varian Delta.
"Di populasi masyarakat, vaksinasi masih di bawah 10 persen pada bulan Juni 2021 Lalu. Sekarang kita mau tidak mau vaksinasi menjadi sangat penting meskipun ada risiko juga," pungkas Naim.
Data kementerian kesehatan (kemenkes) RI per 11 Agustus 2021, pukul 12.00 WIB tercatat ada 51,7 juta atau 25,8 persen warga yang disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama, dan 25,4 juta atau 12,2 persen warga yang disuntik vaksin Covid-19 dosis kedua.
Adapun total sasaran vaksinasi Indonesia sebanyak 208,2 juta orang yang di dalamnya termasuk tenaga kesehatan, petugas publik, lansia, masyarakat umum dan rentan, dan remaja berusia 12 hingga 17 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!
-
Tidak Semua Orang Cocok di Gym Umum, Ini Tips untuk Olahraga Bagi 'Introvert'
-
Dehidrasi Ringan Bisa Berakibat Serius, Kenali Tanda dan Solusinya
-
Indonesia Masih Kekurangan Ahli Gizi, Anemia hingga Obesitas Masih Jadi PR Besar
-
Cedera Tendon Achilles: Jangan Abaikan Nyeri di Belakang Tumit
-
Super Flu: Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai
-
3D Echocardiography: Teknologi Kunci untuk Diagnosis dan Penanganan Penyakit Jantung Bawaan
-
Diam-Diam Menggerogoti Penglihatan: Saat Penyakit Mata Datang Tanpa Gejala di Era Layar Digital