Suara.com - Sebuah studi baru menunjukan bahwa depresi pasca melahirkan bisa berpengaruh pada masalah kesehatan mulut anak. Hal ini disebabkan karena depresi pascapersalinan dapat menghambat kemampuan seorang ibu untuk menanamkan kebiasaan menyikat gigi yang sehat pada anak-anak.
Melansir dari Healtshost, temuan penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Community Dentistry and Oral Epidemiology.
Bukan rahasia lagi bahwa menyikat gigi dua kali sehari sangat efektif dalam meningkatkan kesehatan gigi dan gusi. The International Association of Pediatric Dentistry menganjurkan menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride untuk mencegah gigi yang rusak, hilang, atau ditambal pada anak-anak atau karies gigi pada anak (ECC).
Orangtua sangat berperan dalam menanamkan kebiasaan gigi yang baik pada anak-anak mereka.
Depresi pasca melahirkan dan atau kurangnya kasih sayang yang disebabkan oleh gangguan ikatan menghambat kemampuan seorang ibu untuk menumbuhkan praktik gigi yang sehat pada anak-anak.
Dalam hal ini, dokter Shinobu Tsuchiya dari Rumah Sakit Universitas Tohoku memimpin kelompok penelitian yang menganalisis sekitar 80.000 pasangan ibu-bayi dari Studi Lingkungan dan Anak-anak Kementerian Lingkungan Jepang.
Mereka menemukan anak-anak dengan ibu yang menderita depresi pasca melahirkan atau gangguan bonding cenderung menyikat gigi lebih jarang. Demikian pula, frekuensi menyikat gigi anak meningkat ketika ibu menunjukkan kasih sayang yang kuat terhadap anak-anaknya.
Kelompok peneliti berharap penelitian mereka akan mendorong dukungan dan manajemen mental yang lebih besar untuk para ibu dan dokter akan memasukkan faktor-faktor ini ketika menilai kesehatan mulut anak-anak.
"Kesejahteraan psikologis seorang ibu memberikan informasi skrining yang berharga untuk mengidentifikasi anak-anak dengan risiko tinggi ECC," kata Tsuchiya.
Baca Juga: Jadi Sasaran Liar Haters, Ayu Ting Ting Punya Dosa Masa Lalu yang Belum Selesai?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli