Suara.com - Sejak awal pandemi virus corona Covid-19, semua orang dianjurkan menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan serta dirinya sendiri. Misalnya, rajin mencuci tangan, memakai masker, berganti pakaian hingga handuk secara rutin.
Saat Anda mengeringkan tubuh atau tangan menggunakan handuk setelah mandi atau cuci tangan, beberapa kuman akan berpindah menempel pada kain.
Sedangkan, handuk lembap menciptakan lingkungan yang baik untuk bertumbuhnya mikroorganisme. Sehingga, memakai handuk yang sama setiap hari bisa membuat Anda lebih rentan terhadap berbagai masalah kulit.
Karena, berbagai jenis bakteri, virus dan jamur yang ada di udara maupun permukaan benda menempel di permukaan kulit kita ketika berpergian ke luar ruangan atau menyentuh sesuatu.
Di samping itu, kulit kita memang mengandung berbagai jenis mikroorganisme tetapi tidak semuanya berbahaya. Beberapa mikroorganisme di kulit bisa melindungi kita dari patogen.
Ketika Anda menyeka diri atau tangan menggunakan handuk, bakteri, virus dan jamur yang menempel pada kulit akan berpindah ke handuk. Hal ini akan membentuk kulit mati dan kelembapan yang bisa mendorong mikroorganisme berkembang biak.
Selain itu dilansir dari Times of India, kulit juga mengandung asam yang mencegah mikroba tumbuh dan menyebabkan kerusakan. Jadi. handuk yang lembap dan banyak terkontaminasi bisa mengundang infeksi pernyakit terkait masalah kulit bila digunakan berulang kali.
Jika Anda menggunakan handuk yang sama pada waktu lama tanpa dibersihkan, kotoran dan kulit mati akan terus menumpuk di atas kulit. Ketika Anda menggunakannya kembali, kulit mati dan mikroorganisme berpindah ke kulit Anda dan menyumbat folikulitis.
Hal itulah yang bisa menyebabkan Munculnya jerawat. Bahkan, kebiasaan ini bisa menyebabkan eksim, ruam dan kurap. Jika Anda sudah memiliki masalah kulit, memakai handuk yang sama setiap hari bisa memperburuk gejalanya.
Baca Juga: Varian Baru Virus Corona Covid-19 Terus Bermunculan, Apakah Selalu Lebih Berbahaya?
Jadi, cara terbaik untuk menhindari masalah kulit adalah mencuci handuk lebih sering. Beberapa ahli merekomendasikan untuk memasukkannya ke dalam kantong cucian setelah tiga kali digunakan.
Jika Anda mandi dua kali setiap hari, cucilah handuk Anda dua kali seminggu. Jika Anda menggunakan kembali handuk, pastikan handuk benar-benar kering. Langkah sederhana ini dapat menghindarkan Anda dari berbagai penyakit kulit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
Ruam Popok Bukan Sekadar Kemerahan, Cara Jaga Kenyamanan Bayi Sejak Hari Pertama
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa