Suara.com - Makan cukup buah-buahan memang disarankan karena mengandung banyak vitamin. Tapi, faktanya terlalu banyak makan buah buruk untuk kesehatan tubuh lho.
Karena, ada beberapa orang menerapkan diet buah-buahan karena berbagai alasan, seperti menjaga berat badan. Sehingga, ia lebih banyak makan buah-buahan dibandingkan makanan lainnya.
Kate Patton, seorang ahli gizi mengatakan diet buah-buahan memiliki risiko besar kekurangan gizi, terutama makan buah-buahan yang berkaitan dengan kelebihan berat badan, diabetes, dan kehilangan otot.
Konsumsi buah-buahan yang tinggi kandungan gula bisa menyebabkan penambahan berat badan. Kelebihan berat badan atau obesitas juga berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Konsumsi gula berlebih juga sudah diketahui bisa mengganggu kadar gula darah seseorang. Terlalu banyak gula dalam bisa meningkatkan risiko pra-diabetes dan diabetes tipe 2.
"Diet buah juga bisa membahayakan orang dengan gangguan pankreas dan ginjal," kata ahli dikutip dari Express.
Selain itu, konsumsi hanya satu kelompok makanan juga bisa meningkatkan risiko kekurangan gizi. Orang yang menjalani diet buah biasanya cenderung memiliki tingkat yang lebih rendah pada beberapa nutrisi berikut.
- Vitamin B12
- Kalsium
- Vitamin D
- Yodium
- Asam lemak omega-3
Kekurangan nutrisi di atas bisa menyebabkan anemia, kelelahan, dan disfungsi sistem kekebalan tubuh. Mereka juga berisiko mengalami osteoporosis yang merupakan melemahnya tulang.
Makan buah-buahan memang sangat disarankan, tapi ada banyak kelompok makanan yang harus dikonsumsi setiap harinya. Artinya, Anda harus mengonsumsi berbagai jenis makanan dalam proporsi yang tepat.
Baca Juga: Deteksi Virus Corona Covid-19, Perhatikan 5 Perubahan Kuku Ini!
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?