- Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mengkritik materi pelatihan berjalan di atas bara api dalam orientasi BPJS Ketenagakerjaan pada Jumat 31 Juli 2026.
- Komisi IX DPR RI menilai materi pelatihan tersebut tidak relevan dengan peningkatan kompetensi kerja dan berencana menyampaikan keberatan kepada manajemen BPJS Ketenagakerjaan.
- BPJS Ketenagakerjaan memastikan seluruh kegiatan orientasi yang viral tersebut telah melalui prosedur terstruktur, didampingi instruktur kompeten, serta mengutamakan aspek keselamatan peserta.
Suara.com - Viral video di media sosial yang memperlihatkan peserta Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK) BPJS Ketenagakerjaan berjalan di atas bara api memicu reaksi dari parlemen.
Meski pihak BPJS Ketenagakerjaan telah memastikan seluruh rangkaian kegiatan tersebut mengedepankan aspek keselamatan, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, memberikan catatan kritis.
Yahya menilai materi pelatihan yang diberikan kepada calon karyawan seharusnya berfokus pada substansi pekerjaan dan peningkatan keahlian yang relevan dengan tugas-tugas di BPJS Ketenagakerjaan.
"Sebaiknya materi pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan peningkatan kompetensi sebagai karyawan BPJS TK tidak perlu diadakan," ujar Yahya kepada Suara.com, Jumat (31/7/2026).
Terkait desakan publik yang menganggap aksi berjalan di atas bara api tersebut sebagai hal yang konyol dan tidak relevan, Komisi IX DPR RI berencana menyampaikan keberatan itu secara langsung kepada manajemen BPJS Ketenagakerjaan.
Yahya menegaskan insiden ini akan menjadi bahan evaluasi dalam rapat-rapat mendatang agar program serupa tidak terulang kembali dan diganti dengan kurikulum yang lebih bermanfaat secara profesional.
"Jadi catatan ke depan sebagai perbaikan," tegas Yahya.
Sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan memastikan seluruh kegiatan dalam Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK), termasuk aktivitas yang viral memperlihatkan peserta berjalan di atas bara api, dilaksanakan dengan mengedepankan aspek keselamatan.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, mengatakan seluruh rangkaian OPK telah disusun secara terstruktur dan dijalankan melalui prosedur yang dipersiapkan sebelumnya.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Fire Walk dalam OPK Didampingi Instruktur Kompeten
"Dalam pelaksanaannya, OPK disusun secara terstruktur, sistematis, dan terukur melalui berbagai metode pembelajaran yang saling melengkapi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas," kata Erfan kepada Suara.com, Jumat (31/7/2026).
Menurut dia, metode pembelajaran tersebut bertujuan membangun kompetensi teknis, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, komunikasi, disiplin, kemampuan beradaptasi, hingga kepedulian sebagai bekal untuk memberikan pelayanan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Erfan juga memastikan setiap kegiatan dalam OPK didampingi instruktur yang kompeten.
"Seluruh rangkaian Program OPK dilaksanakan dengan pendampingan instruktur yang kompeten, melalui prosedur yang telah dipersiapkan, serta mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan peserta," ujarnya.
Berita Terkait
-
BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Fire Walk dalam OPK Didampingi Instruktur Kompeten
-
Viral Calon Pegawai BPJS Jalan di Atas Bara Api, DPR Minta Penjelasan Resmi
-
BPJS Ketenagakerjaan Buka Suara soal Video Calon Pegawai Jalan di Atas Bara Api
-
Tukin TNI dan Pegawai Kemhan Naik ke 90 Persen, DPR: Prajurit Harus Makin Profesional
-
Modus TPPO Makin Beragam, Ketua Komisi XIII DPR Dorong Revisi UU
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Unai Emery Senang Kembali ke Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Permainan Terbaik di GBK
-
DPR Sentil OPK BPJS-TK Jalan di Bara Api: Materi Tak Relevan Tak Perlu
-
DPRD DKI Kebut Penyelesaian 220 Ribu Berkas Tanah, Sertifikat Warga Jadi Taruhan
-
Wali Kota Bandung Ngamuk Gegara Penebangan Pohon: Jangan Ketawa Lu, Gue Segel Ini Tempat!
-
Bela Prabowo, Hasan Nasbi: Yang Dimaksud Kelompok Pembuat Gaduh
-
Geger! Penemuan Mayat Terendam di Cianjur, Berawal dari Sepasang Sepatu Bot
-
BGN Curiga Ada Oknum di Balik Dana Rp311,2 Miliar Nyasar ke Rekening SPPG Bermasalah
-
Reuni Taufik Hidayat vs Lin Dan di Jakarta! 7 Peraih Emas Olimpiade Ramaikan Shuttle Open 2026
-
Heboh Isu Nikita Mirzani Diintimidasi di Penjara, Pihak Rutan Buka Suara
-
Bukan Sekadar Jago Debat, Ini Cara Mencetak Calon Diplomat dan Pemimpin Masa Depan Sejak Dini