Suara.com - Gagal jantung biasa terjadi ketika jantung mendadak terlalu lemah atau kaku, sehingga menyebabkan sesak napas, kelelahan dan pergelangan kaki serta tangan membengkak.
Tapi, bukti baru menunjukkan jumlah konsumsi air seseorang bisa menandakan risiko kondisi tersebut.
Umumnya, semua rang direkomendasikan minum air antara 6 hingga 8 gelas sehari. Tapi, ada bukti substansial yang menunjukkan bahwa pria maupun wanita tidak minum air sesuai rekomendasi tersebut.
Kebiasaan minum air yang buruk ini bisa menjadi implikasi yang mengancam jiwa bagi jantung, terutama meningkatkan risiko gagal jantung.
Sebuah studi baru menemukan bahwa tubuh yang tetap terhidrasi sepanjang waktu bisa membantu mengurangi risiko gagal jantung. Salah satu cara mengukur hidrasi adalah melalui natrium serum.
Bila semakin sedikit air yang diminum seseorang, maka semakin tinggi konsentrasi natrium serum dalam tubuhnya. Konsentrasi natrium serum di atas batas normal, yakni 135-145 mmol/L sudah menunjukkan dehidrasi.
Dokter Natalia Dmitrieva dari Institut Jantung, Paru-Paru dan Darah Inggris, mengatakan wajar bila hidrasi dan natrium serum tubuh berubah dari hari ke hari tergantung pada seberapa banyak kita minum air setiap harinya.
Pada studi ini, peneliti melakukan analisis terhadap 15.792 orang dewasa berusia 44 hingga 66 tahun. Para peserta dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan rata-rata konsentrasi natrium serum mereka.
Pada setiap kelompok, tim peneliti menganalisis proporsi peserta yang mengalami gagal jantung selama 25 tahun berikutnya.
Baca Juga: Bisakah Anda Terinfeksi 2 Varian Virus Corona Covid-19?
Hasilnya menunjukkan bahwa konsentrasi natrium serum yang lebih tinggi pada usia paruh baya dikaitkan dengan gagal jantung dan hipertrofi ventrikel kiri 25 tahun mendatang.
Faktanya dilansir dari Express, setiap peningkatan 1 mmol/l konsentrasi natrium serum pada usia paruh baya berkaitan dengan peningkatan 1,11 persen berkembangnya gagal jantung pada 25 tahun mendatang.
"Studi kami menunjukkan bahwa menjaga tubuh tetap terhidrasi bisa mencegah atau setidaknya memperlambat perubahan di dalam jantung yang menyebabkan gagal jantung," kata Dr Dmitrieva.
Temuan ini juga mengingatkan semua orang untuk lebih memperhatikan jumlahnya minum air dalam sehari dan segera menyadari ketika minum air terlalu sedikit.
Selanjutnya, risiko gagal jantung mulai meningkat ketika natrium serum melebihi 142 mmol/l pada usia paruh baya.
Dr Dmitrieva menambahkan tubuh yang terhidrasi baik sepanjang hidup bisa menurunkan risiko pengembangan hipertrofi ventrikel kiri dan gagal jantung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Semurah Xpander Sekencang Pajero, Huawei-Wuling Rilis SUV Hybrid 'Huajing S'
- 9 HP Redmi RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Lancar Jaya Dipakai Multitasking
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
- 5 Lem Sepatu Kuat Mulai Rp 3 Ribuan: Terbaik untuk Sneakers dan Bahan Kulit
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan
-
Susu Creamy Ala Hokkaido Tanpa Drama Perut: Solusi Nikmat buat yang Intoleransi Laktosa
-
Tak Melambat di Usia Lanjut, Rahasia The Siu Siu yang Tetap Aktif dan Bergerak