Suara.com - Minyak atsiri termasuk bahan alami yang biasa digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit hingga masalah kesehatan mental. Tapi, penggunaan minyak atsiri ini juga bisa berdampak buruk jika keseringan.
Meskipun bau minyak atsiri tergolong harum, tapi bahan alami ini bisa berdampak negatif. Bahkan, banyak anak mungkin tidak menyadari bahaya minyak atsiri tersebut.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa dampak buruk dari penggunaan minyak atsiri.
1. Keracunan
Sebuah studi menunjukkan ribuan kasus keracunan minyak atsiri dalam beberapa tahun terakhir dan lebih dari setengahnya termasuk anak-anak. Toksisitas akibat minyak atsiri ini bisa menyebar cepat dan hanya membutuhkan sedikit minyak untuk menciptakan situasi yang mengancam jiwa.
Keracunan minyak atsiri bisa menyebabkan muntah, cedera paru-paru, dan depresi sistem saraf pusat. Pada kondisi yang lebih buruk, minyak atsiri beberapa tetes bisa menyebabkan mual, sakit perut, dan kejang-kejang.
2. Sensitivitas matahari
Beberapa minyak esensial adalah fotosensitizer, yang artinya bisa meningkatkan kerentanan kulit terhadap sinar matahari. Dalam hal ini, minyak atsiri termasuk salah satu minyak yang meningkatkan kerentanan kulit.
Banyak buah jeruk mengandung senyawa furocoumarin yang bisa menyembuhkan luka bakar kimia ketika terkena sinar matahari. Pada kasus yang lebih parah, ini bisa menyebabkan lecet dan bekas luka setelah beberapa menit di bawah sinar matahari.
3. Masalah kulit
Masalah kulit yang disebabkan oleh minyak esensial cukup bervariasi, dari iritasi ringan hingga alergi menyeluruh, seperti dermatitis. Reaksi alergi menyebabkan gatal-gatal, ruam, gatal dan terbakar. Selain itu, kulit juga bisa menjadi kering, bersisik dan pecah-pecah.
4. Masalah pada kehamilan
Beberapa minyak esensial mengandung aditif dan kotoran yang berbahaya bagi ibu hamil. Pada ibu hamil yang sangat peka terhadap bau dan rasa, penggunaan minyak atsiri bisa memberikan efek samping lebih buruk selama kehamilan, seperti sakit kepala, mual, muntah dan vertigo.
Bahkan, minyak esensial yang dioleskan pada kulit bisa meresap ke dalam plasenta dan mempengaruhi kondisi janin dalam kandungan. Pada kasus yang lebih buruk, ibu hamil berisiko mengalami keguguran.
5. Alergi
Reaksi alergi terhadap minyak esensial juga bisa mempengaruhi mata dan sistem pernapasan. Jika Anda pernah memiliki riwayat alergi minyak esensial, seperti bersin, pilek dan hidung tersumbat, maka sebaiknya Anda menghindari penggunaannya.
Berita Terkait
-
KPAI Catat 2.144 Korban Keracunan MBG dalam 4 Bulan, Penyebab E. Coli hingga Bahan Tak Segar
-
Dinkes DKI Ungkap Penyebab Keracunan 252 Siswa Usai Santap MBG di 3 SDN Kawasan Cakung
-
49 Siswa di Cilegon Diduga Keracunan MBG, Polisi Telusuri Sisa Makanan Hingga Darah Korban
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
5 Cara Menghilangkan Bekas Jerawat secara Alami untuk Kulit Lebih Bersih
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?
-
Hoops + Health Youth Basketball Festival 2026 Dorong Generasi Muda Hidup Sehat & Melek Finansial
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien