Suara.com - Varian Delta yang pertama kali terdeteksi di India pada Desember 2020, 50 persen lebih mudah menular daripada varian virus corona Covid-19 lainnya, seperti varian Alpha.
Studi dalam The Lancet Infectious Diseases menemukan bahwa varian Delta meningkatkan risiko pasien rawat inap akibat virus corona Covid-19 dibandingkan dengan varian Alpha hingga 2 kali lipat.
Studi ini menganalisis lebih dari 40 ribu kasus virus corona Covid-19 dan menemukan adanya peningkatan risiko rawat inap akibat infeksi parah hingga 2 kali lipat.
Risiko pasien rawat inap di rumah sakit dalam waktu 14 hari setelah terinfeksi virus corona varian Delta juga 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan pasien yang terinfeksi varian Alpha.
Para ilmuwan mengklaim temuan ini menambah bukti bahwa varian Delta bisa menyebar lebih cepat, lebih mudah menular antara orang dan menyebabkan infeksi yang lebih parah.
Menurut para peneliti dilansir dari Times of India, temuan penelitian oleh Public Health England dan Cambridge University ini harus menjadi acuan tenaga medis di rumah sakit untuk merencanakan metode perawatan yang tepat bagi pasien varian Delta.
Para peneliti telah menganalisis data perawatan kesehatan dari 43.338 kasus positif Covid-19 di Inggris antara 29 Maret hingga 23 Mei 2021, termasuk informasi mengenai status vaksinasi pasien, riwayat perawatan darurat, riwayat rawat inap dan karakteristik demografis lainnya.
Dalam semua kasus di penelitian ini, sampel virus diambil dari pasien yang menjalani sekuensing seluruh genom untuk memastikan varian virus corona yang menyebabkan infeksi.
Selama penelitian, ada 34.656 kasus (80 persen) dari varian Alpha dan 8.682 kasus (20 persen) dari varian Delta. Para ilmuwan menemukan varian Delta itu tumbuh secara eksponensial hingga sekitar dua pertiga dalam seminggu mulai 17 Mei 2021 menjadi 65 persen, yang artinya menyusul varian Alpha.
Baca Juga: Studi: Perlindungan Vaksin Covid-19 Lebih Rendah Pada 2 Varian Virus Corona
Setelah para peneliti memperhitungkan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keparahan infeksi virus corona Covid-19, mereka menemukan varian Delta meningkatkan risiko keparahan 2,26 kali lipat.
Dr Anne Presanis, ahli statistik senior di universitas Cambridge juga mengatakan varian Delta akan memberikan beban lebih berat pada perawatan medis dibandingkan varian Alpha, terutama bila tidak ada vaksin Covid-19.
Karena itu, vaksinasi lengkap sangat penting untuk menurunkan risiko infeksi parah dan rawat inap akibat varian Delta. Dr Zania Stamataki, ahli imunologi virus di Universitas Birmingham menambahkan varian Delta juga sebelumnya dikatakan 50 persen lebih menular daripada varian Alpha dan sekarang sudah semakin banyak bukti yang menunjukkan hal tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya