Suara.com - Paparan radiasi ultraviolet dari sinar matahari dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kerusakan pada kulit. Kerusakan akibat sinar matahari itu dinamakan photodamaged.
Team Medical Regenesis dr. Farrah Erman menjelaskan, perbedaan spectrum UV pada sinar matahari sendiri bisa menyebabkan kerusakan berbeda di area kulit.
Kerusakan bisa terjadi berdasarkan panjang gelombang ultraviolet yang dibagi menjadi tiga yaitu UVA, UVB, dan UVC.
"UVA mendominasi 95 persen masuk ke permukaan bumi dan menembus ozon, awan, juga jendela kaca. Berperan dalam menyebabkan photoaging dan resiko kanker kulit. Sedangkan UVB 5 persen dari sinar matahari yang masuk dan umumnya terserap ozon dan awan," jelas dokter Farrah dalam konferensi pers virtual ROE Education, Jumat (3/9/2021).
Kedua sinar UV itu bisa menyebabkan kulit terbakar dan gelap jika terlalu lama menyinari kulit. Oleh sebab itu diperlukan perlindungan dari tabir surya atau sunscreen untuk menghalau sinar ultraviolet.
Efek fotoprotektif sunscreen ditentukan oleh nilai SPF (sun protection factor) yang bisa memproteksi terhadap UVB juga PA (protection grade of UVA). Menurut dokter Farrah, semakin besar nilai SPF, sinar UV yang masuk dan terserap di kulit akan lebih sedikit.
"Yang utama adalah menggunakan sunscreen dengan proteksi luas untuk UVA dan UVB, dan nilai SPF yang tinggi. Juga menggunakan sunscreen dalam jumlah yang cukup, jangan terlalu sedikit," ujarnya.
Takaran pemakaian sunscreen yang benar sebanyak 1-2 sendok teh untuk area wajah dan leher. Juga 2-3 sendok teh untuk area tubuh. Namun untuk lebih mudah, Farrah menyarankan, menakar sunscreen dengan dua ruas jari tangan untuk setiap pemakaian di wajah dan leher.
Takaran yang sama juga berlaku untuk setiap pemakaian sunscreen di bagian tubuh lain, seperti setiap satu lengan, paha, dan betis.
Baca Juga: 5 Cara Merawat Tanaman Rosemary agar Tidak Mudah Busuk atau Mati
Ia mengingatkan, sunscreen sebaiknya tidak hanya dipakai sekali dalam sehari. Tetapi harus dioleskan kembali jika aktivitas terlalu banyak berkeringat ataupun terbasuh air.
"Reaplikasi merupakan keharusan, terutama setelah berenang, berkeringat, atau menggosok area tubuh atau wajah," ucap dokter Farrah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance
-
Notarace 2026 Siap Digelar, Ajang Lari yang Padukan Olahraga dan Wawasan Hukum
-
Rekomendasi Dokter Richard, Ini Solusi Praktis Redakan Wasir dengan Cara Alami
-
Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW