Suara.com - Kesehatan mental yang memburuk tidak hanya terjadi karena faktor lingkungan seperti tekanan dan stres. Kurang asupan zat besi kata ahli, juga bisa membuat kondisi kesehatan mental menurun.
Zat besi merupakan mineral alami yang memiliki peran penting dalam kesehatan tubuh, mulai dari meningkatkan kesehatan tulang, otot, jantung, hingga otak.
Dalam banyak kasus, kekurangan zat besi membuat seseorang rentan mengalami masalah kesehatan. Seperti kehilangan massa tulang, kram otot, kekebalan tubuh berkurang, kelelahan, penyakit jantung, otak, hati, hingga paru-paru.
Namun melansir dari Healthshots, kekurangan zat besi juga disebut berpengaruh terhadap kesehatan mental. Kurangnya asupan zat besi bisa meningkatkan risiko mengalamni kecemasan, serangan panik, depresi, paranoia, dan menurunnya fungsi kognitif otak.
Fakta ini telah diungkap lewat studi yang terbit di jurnal Psychiatry and Clinical Neurosciences, yang menyorot kekurangan zat besi yang dikaitkan dengan tekanan psikologis yang tinggi.
Seorang pakar gizi klinis Deepti Khatuja mengatakan, zat besi memiliki kunci penting dalam pembentukan sel darah merah. Hal ini dapat membantu memastikan bahwa oksigen mencapai seluruh bagian tubuh.
“Dalam jangka panjang, kekurangan zat besi tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik semata, tetapi juga pikiran Anda,” ungkapnya.
Ia mengatakan, penurunan konsentrasi juga dikaitkan dengan kekurangan zat besi. Selain itu, saat tubuh tidak mendapat oksigen yang cukup karena kekurangan zat besi, seseorang akan merasa sulit untuk mempertahankan daya fokus saat melakukan tugas sehari-hari.
Tak hanya itu, kekurangan zat besi bisa membuat suasana hati berubah dengan cepat.
Baca Juga: Penelitian: Kebanyakan Waktu Luang Tak Baik untuk Kesehatan Mental
“Mulai dari perubahan suasana hati hingga mudah marah. Seiring waktu, dalam beberapa kasus ini bisa menyebabkan kecemasan dan depresi. Jadi, semua masalah ini saling terkait,” ungkap Deepti Khatuja.
Risiko dari kekurangan zat besi juga menyebabkan mudah kelelahan. Seiring waktu, kelelahan secara fisik dapat memengaruhi rutinitas seseorang, bahkan ini bisa mengakibatkan produktivitas cenderung menurun.
Sebuah studi yang dilakukan sebelumnya, yang terbit di Journal of Nutritional Science, mengamati peserta yang kekurangan zat besi dengan diberikan suplemen zat besi. Dilaporkan, mereka yang mengonsumsi suplemen tersebut menunjukkan adanya peningkatan kesehatan mental yang baik.
Berita Terkait
-
Sering Cemas Hari Senin? Inilah Mengapa Gen Z Rentan Kena Monday Blues
-
Lebih dari Sekadar Ambisi, Ini 5 Kunci Energi Batin untuk Sukses di 2026
-
Self-Love Bukan Egois tapi Cara Bertahan Waras di Tengah Tuntutan Hidup
-
CERPEN: Kafe dan Sore yang Terlalu Sempurna untuk Dibatalkan
-
5 Strategi Jaga Kewarasan Mental di Tahun 2026
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli