Suara.com - Seorang ahli mengatakan virus corona Covid-19 bisa menyebabkan sakit tenggorokan yang mirip dengan penyakit lainnya. Para peneliti pun mempelajari lebih lanjut sakit tenggorokan akibat virus corona Covid-19.
Menurut NHS, sakit tenggorokan tidak terdaftar sebagai gejala utama virus corona Covid-19. NHS mengatakan gejala utama virus corona Covid-19 termasuk batuk, demam tinggi, kehilangan indra penciuman dan perasa.
Tapi, aplikasi studi gejala Covid-19 ZOE telah menunjukkan bahwa sakit tenggorokan salah satu gejala virus corona Covid-19 yang paling sering dialami oleh orang yang sudah vaksin Covid-19.
Tim Spector, peneliti terkemuka dalam studi tersebut mempresentasikan hal tersebut melalui YouTube. Ia meminta semua orang melaporkan rasa sakit tenggorokan mereka.
"Kami menerima pesan bahwa sakit tenggorokan yang dialami orang-orang dengan virus corona Covid-19 agak tidak biasa, berbeda dengan orang yang sakit tenggorokan biasa," kata Tim Spector dikutip dari The Sun.
Ia menduga sakit tenggorokan pada pasien Covid-19 mungkin terjadi di area yang berbeda atau rasanya berbeda.
Karena itu, mereka ingin melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut, supaya bisa membedakan sakit tenggorokan akibat virus corona Covid-19 dan flu biasa.
Berdasarkan ribuan komentar, beberapa orang mengaku sakit tenggorokan pada pasien virus corona Covid-19 itu terasa kering.
Bukan sakit tenggorokan yang terasa gatal seperti biasanya. Selain itu, beberapa orang juga mengalami pembesaran amandel yang menjadi merah dan lebih besar.
Baca Juga: Satu Anak di India Meninggal karena Virus Nipah Mematikan, Kenali Gejalanya!
"Saya pernah sakit tenggorokan di masa lalu, tetapi ini adalah sakit tenggorokan terburuk yang pernah saya alami. Rasa sakitnya sangat buruk sehingga membangunkan saya dan membuat saya terasa seperti sedang sekarat," jelasnya.
Menurut data ZOE, hampir setengah dari orang yang terinfeksi virus corona Covid-19 mengalami sakit tenggorokan.
Penelitian yang menggunakan data dari jutaan pengguna aplikasi tersebut menyebut, sakit tenggorokan akibat virus corona cenderung ringan, terjadi pada minggu pertama infeksi dan tidak berlangsung lebih dari 5 hari.
Sakit tenggorokan ini juga bisa dikaitkan dengan oleh banyak penyakit pernapasan, seperti pilek musiman. Karena itu, sakit tenggorokan mungkin tidak disebabkan oleh virus corona Covid-19.
Meski begitu, para ahli memperingatkan bahwa seseorang harus segera menemui dokter bila mengalami sakit tenggorokan selama lebih dari 5 hari, karena bisa menandakan kondisi kesehatan lainnya.
Tapi, salah satu cara untuk mengetahui sakit tenggorokan Anda disebabkan oleh virus corona Covid-19 atau flu bisa dengan mendeteksi gejala penyerta lainnya.
Misalnya, Anda mengalami sakit tenggorokan bersamaan dengan anosmia yang lebih mungkin disebabkan oleh virus corona Covid-19 daripada pilek biasa. Menurut NHS, hilangnya rasa dan bau juga bisa disebabkan oleh flu biasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?