Suara.com - Tidak semua orang bisa buang air besar dengan baik. Sembelit pun menjadi suatu masalah kesehatan terkait buang air besar yang paling sering terjadi.
Melansir dari Health, memang sebagian besar gejala sembelit tidak terlalu parah, tapi tentunya memunculkan rasa tidak nyaman dan benar-benar mengganggu.
Berikut beberapa gejala sembelit yang paling umum dan cara mengatasinya, antara lain:
1. Jarang buang air besar
Setiap orang memiliki jadwal buang air besar yang berbeda. Mungkin sekali sehari, beberapa kali sehari, atau sekali setiap beberapa hari.
Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal (NIDDK), ketika Anda belum buang air besar setidaknya tiga kali dalam seminggu, saat itulah dokter mulai menganggap Anda mengalami sembelit.
"Sehatnya, buang air besar satu kali sehari dengan ukuran dan konsistensi pisang besar itu baik," kata Elana Maser, MD, asisten profesor gastroenterologi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai dan ahli gastroenterologi di Pusat IBD Feinstein di Rumah Sakit Mount Sinai di New York City.
2. Mengejan
Jika Anda mengalami kesulitan buang air besar sampai harus mengejan, maka ada kemungkinan Anda mengalami sembelit.
Baca Juga: Yakin Sedang Sehat? Ketahui Kondisimu dari Warna Feses!
3. Kembung
Kembuh yang terasa penuh di perut bisa menjadi tanda sembelit.
"Jika Anda tidak memiliki evakuasi feses yang lengkap, Anda akan mendapatkan penumpukan udara di depan feses itu," kata Maser. Kondisi tersebut yang kemudian memicu rasa kembung dan penuh pada perut.
4. Feses yang keras dan kental
Saat makanan yang dicerna bergerak melalui usus besar Anda, usus besar menyerap kandungan air dari makanan Anda. Sekali lagi, ingat tujuannya adalah untuk buang air besar yang lembut, seukuran pisang dan bertekstur.
Hal paling efektif yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi gejala sembelit adalah buang air besar secara menyeluruh dan kemudian lakukan kebiasaan yang dapat membantu mencegah Anda terkena konstipasi lagi di masa mendatang.
"Untuk meringankan sembelit Anda saat ini, segelas besar air atau secangkir kopi dapat membantu sistem pencernaan Anda bergerak," kata Rudolph Bedford, MD, ahli gastroenterologi di Pusat Kesehatan Providence Saint John di Santa Monica, CA.
Olahraga juga dapat membantu melancarkan buang air besar.
"Jika hal-hal ini tidak berhasil, obat pencahar yang dijual bebas adalah pilihan yang baik," tambah Dr. Bedford.
"Tetapi penting untuk tidak menggunakan obat pencahar secara berlebihan, karena dapat memperburuk konstipasi jika digunakan terlalu sering. Obat pencahar stimulan khususnya dapat menyebabkan ketergantungan dari waktu ke waktu," kata Dr. Maser.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga