Suara.com - Lonjakan kasus Covid-19 yang dialami Singapura ditanggapi oleh Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) prof Zubairi Djurban, Sp.Pd.,
Ia mengatakan, paparan virus Corona varian delta telah mengancam rencana “hidup dengan Covid-19” ala Singapura tersebut. Singapura awalnya siap menjalankan 'hidup baru' berdampingan dengan Covid-19, namun justru melaporkan rekor kasus harian hingga 1.000 per hari.
Hal itu terlihat dari sejumlah kondisi yang terjadi di Singapura dalam beberapa hari terakhir.
"Muncul 1.012 kasus baru. Tertinggi sejak April 2020. Klaster berasal dari pusat belanja, tempat kerja, hingga stasiun. Pasien yang butuh oksigen meningkat. RS diklaim belum krisis. Situasinya mirip Israel," kata prof Zubairi, dikutip dari tulisannya di Twitter, Senin (20/9/2021).
Singapura melaporkan kasus baru lebih dari 1.000 pertama kalinya pada Sabtu (18/9).
Terdapat empat kluster baru masuk dalam daftar Departemen Kesehatan, yaitu Pasar dan Pusat Makanan Toa Payoh Lorong 8, Rumah Perawatan Woodlands, Rumah Penyembuhan Windsor, dan Kampus Kecilku (Yishun).
Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung menyebut, lonjakan kasus tak terduga itu sebagai 'peralihan' bagi negara mana pun yang berharap untuk hidup berdampingan dengan virus Corona SARS COV-2.
Hanya saja perbedaannya, negara-negara lain telah mengalami gelombang seperti itu sejak awal pandemi, sementara Singapura baru mengalaminya setelah lebih dari 80 persen populasi telah divaksinasi lengkap.
Menurut Ong, yang terpenting dalam menangani situasi itu ialah mengawasi jumlah orang yang terinfeksi dan menjadi sakit parah.
"Kita berada di jalur transisi menuju kehidupan normal baru dengan Covid-19. Ini adalah perjalanan yang tidak pasti dan penuh liku-liku," ucapnya dalam konferensi pers daring, dikutip dari The Straits Time.
Sebelum kasus harian mencapai 1.000 per hari, Pemerintah Singapura telah menempatkan sebagian besar pasien Covid-19 dengan kondisi ringan untuk melakukan pemulihan di rumah. Skema tersebut diperluas untuk pasien yang berusia hingga 69 tahun.
Selain itu, meskipun terjadi lonjakan kasus, rumah sakit di Singapura disebut masih relatif terkendali lantaran lebih dari 98 persen pasien Covid-19 di sana tidak memiliki atau hanya bergejala ringan.
Berita Terkait
-
Singapura Buka Suara soal Aturan Ekspor Satu Pintu Danantara Sumberdaya Indonesia
-
Indonesia-Singapura Umumkan Kerja sama Ekonomi, Dari Investasi hingga Rute Pesawat
-
Indonesia Tak Bisa Ekspor Listrik ke Singapura Tahun Ini, Airlangga Bongkar Alasannya
-
Ada Apa dengan Garuda Pertiwi? Alasan Satoru Mochizuki Minta Maaf Usai Keok dari Singapura
-
Satoru Mochizuki Minta Maaf Usai Timnas Putri Indonesia Takluk 0-2 dari Singapura
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus