Bola / Bola Indonesia
Kamis, 04 Juni 2026 | 15:51 WIB
Pelatih timnas putri Indonesia Satoru Mochizuki saat memberikan keterangan usai pertandingan melawan Singapura di Stadion Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (3/6/2026). (ANTARA/Rubby Jovan)
Baca 10 detik
  • Pelatih Satoru Mochizuki meminta maaf atas kekalahan timnas putri Indonesia 0-2 dari Singapura di Stadion Arcamanik, Bandung.
  • Kekalahan terjadi karena para pemain gagal menemukan ritme permainan terbaik meskipun telah berjuang keras sepanjang pertandingan.
  • Mochizuki mengevaluasi kegagalan tim dalam memanfaatkan peluang serta pentingnya pengalaman laga internasional bagi perkembangan fisik dan performa pemain.

Suara.com - Pelatih Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki meminta maaf setelah tim asuhannya kalah dari Singapura.

Skuad Garuda Pertiwi tumbang 0-2 pada pertandingan Garuda Championship Series 2026 di Stadion Arcamanik, Bandung, Rabu (3/6/2026) malam.

“Saya ingin meminta maaf dan saya merasa sangat sedih karena walaupun kita bermain di home tetapi kita kalah dalam pertandingan hari ini,” kata Mochizuki melansir ANTARA, Kamis (4/6/2026).

Ia menilai para pemain sebenarnya telah menunjukkan semangat juang dan kerja keras sepanjang pertandingan. Namun, tim gagal memanfaatkan peluang untuk membalikkan keadaan.

“Pemain sudah berjuang dengan baik serta keras. Dengan tambahan arahan dari pelatih, seharusnya kedudukan bisa berbalik,” ujarnya.

Terkait faktor penyebab kekalahan, pelatih asal Jepang tersebut menilai anak asuhnya kesulitan menemukan ritme permainan sejak awal laga.

Menurut dia, dalam sesi latihan para pemain mampu mengalirkan bola dengan baik, tetapi performa tersebut tidak dapat ditampilkan secara maksimal saat pertandingan berlangsung.

“Kalau dilihat dari latihan terakhir, pemain sudah bisa bermain dan membawa bola dengan baik. Tetapi hari ini kesulitan memulai pertandingan untuk mendapatkan ritme yang bagus,” katanya.

Ia mengakui seharusnya dapat memberikan arahan yang lebih baik agar para pemain tampil lebih tenang di lapangan.

Baca Juga: Alasan Keamanan, Dua Laga Timnas Indonesia Putri Dipastikan Tanpa Penonton

“Mungkin saya bisa memberikan saran supaya pemain lebih tenang lagi dalam bermain. Memang dalam sepak bola ketika kita sudah kehilangan ritme, susah untuk membangun ritme kembali,” ujarnya.

Mochizuki juga menjelaskan pemilihan susunan pemain didasarkan pada kondisi fisik dan performa para pemain selama pemusatan latihan.

Menurut dia, sejumlah pemain yang telah mengikuti pemusatan latihan selama satu bulan menunjukkan kondisi yang baik sehingga dipilih sebagai starter.

“Pemain tidak hanya berkembang melalui latihan atau uji coba. Melalui pertandingan internasional seperti inilah mereka bisa berkembang,” kata Mochizuki.

Load More