Suara.com - Dibanding melakukan vaksinasi Covid-19 di fasilitas milik pemerintah, ternyata warga lebih puas menjalani vaksinasi di fasilitas non pemerintah.
Fakta ini terungkap melalui hasil survei terbaru yang dilakukan Change.org Indonesia, Kawal Covid-19, dan Katadata Insight Center terhadap 6.299 responden periode 6 hingga 21 Agustus 2021, lewat survei online.
Fasilitas vaksinasi Covid-19 non pemerintah itu di antaranya di tempat kerja, rumah sakit, atau sentra vaksinasi non-pemerintah dan klinik swasta. Kepuasan cenderung lebih tinggi dan di atas rerata seluruh kegiatan vaksinasi yang sebesar 87,2 persen.
Adapun kepuasan tertinggi saat responden divaksinasi di perusahaan tempatnya bekerja yakni 94,4 persen, di rumah sakit sebesar 90,9 persen, di sentra vaksinasi non pemerintah tingkat kepuasan 90,6 persen, dan klinik swasta 89,2 persen.
Sedangkan sentra vaksinasi milik pemerintah, seperti di puskesmas tingkat kepuasan hanya 85,0 persen dan sentra vaksinasi yang diadakan pemerintah daerah atau pusat hanya 83,9 persen.
Perolehan kepuasan sentra vaksinasi milik pemerintah ini di bawah rerata kepuasan secara umum. Diungkap Head of Katadata Insight Center (KIC), Adek Media Roza mengatakan ada berbagai alasan responden yang tidak puas.
"Alasan yang disebut adalah terlalu ramai dan antrian panjang 58,5 persen, penjagaan jarak tidak ketat ketika mengantri 45,5 persen dan proses pelayanan vaksinasi tidak teratur 36,9 persen, dan petugas yang kurang informatif 32,4 persen," ujar Adek dalam acara webinar, Rabu (22/9/2021).
Uniknya, di saat banyak orang mengeluhkan masalah sertifikat vaksin, nyatanya hal tersebut bukan menjadi alasan ketidakpuasan vaksinasi Covid-19. Meskipun diakui, ada 12,3 persen atau 102 responden yang mengeluhkan masalah tersebut.
Baca Juga: Kabar Baik, Indonesia Kembali Terima 684.900 Dosis Vaksin AstraZeneca
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS