Suara.com - Sejak vaksin Covid-19 tersedia beberapa waktu lalu, dunia seakan tak henti-henti untuk membicarakannya.
Ada banyak keraguan terkait efektivitas sekaligus efikasi vaksin Covid-19 berbagai produk. Tak jarang juga keraguan tersebut ditempeli dengan ragam isu yang belum terbukti kebenarannya.
Misalnya, ada isu yang menyebut vaksin Covid-19 dapat menyebabkan impoten. Apakah benar demikian?
Dikutip dari Healthshots, memang ada penelitian di Italia yang menyebut bahwa infeksi Covid-19 dapat menyebabkan sedikit masalah disfungsi ereksi. Hanya sedikit dan bukan sebuah masalah besar.
Survei sendiri dilakukan terhadap 2000 laki-laki yang pernah terinfeksi Covid-19. Meski demikian, perlu dilakukan banyak penelitian lagi untuk menemukan jawaban lebih mendalam.
Jika impotensi diakibatkan oleh Covid-19 masih mungkin terjadi, bagaimana dengan vaksinasi Covid-19?
Menurut Kepala Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit BLK-Max Super Specialty, dr. Rajinder Kumar Singhal, belum ada bukti medis yang mendukung klaim bahwa vaksin dapat menyebabkan impotensi.
"Tidak ada bukti medis yang mendukung kesalahan informasi ini. bahkan WHO sama sekali menolak cerita tentang vaksin Covid-19 yang menyebabkan impotensi dan infertilitas," ungkapnya.
"Tidak ada bukti bahwa vaksin apapun bisa menyebabkan disfungsi ereksi, kemandulan, infertilitas baik pada laki-laki maupun perempuan. Dan tidak ada perubahan yang merugikan dalam jumlah sperma, serta ukuran kesuburan setelah vaksinasi," tambahnya.
Baca Juga: Sempat Takut, Puluhan PL Karaoke Ini Akhirnya Mau Disuntik Vaksin Covid-19
Pada tingkat populasi yang sangat luas, ratusan juta laki-laki telah mendapatkan vaksin Covid-19, dan hingga kini tidak ada penelitian yang menunjukkan efek vaksin bisa menurunkan fungsi ereksi pada laki-laki.
Sebelumnya, BPOM India juga telah menolak klaim tersebut. Lewat laporan yang diungkap oleh VG Somani, ia menyebut klaim tersebut sebagai sampah.
Penting untuk diketahui bahwa Covid-19 bisa berdampak panjang pada sistem paru-paru. Di sisi lain, disfungsi ereksi sebagian besar terjadi karena masalah diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, bahkan penyakit koroner.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma