Suara.com - Dokter Zaidul Akbar memberikan resep herbal untuk orang dengan gangguan liver atau hati, organ yang perannya sangat vital bagi tubuh manusia.
Resep herbal ini bisa membersihkan liver yang sehari-hari memiliki tugas berat yakni membersihkan darah dari zat beracun, alkohol, hingga obat-obatan.
Dokter penggagas jurus sehat rasulullah (JSR) itu mengungkapkan resep herbal pembersih liver ini membutuhkan bahan utama air kelapa muda, yang mengandung tinggi asam amino untuk mencegah komplikasi penyakit liver.
Adapun campurannya bisa menggunakan jahe, kunyit, kencur dan temulawak yang bisa digunakan bergantian dengan air kelapa.
"Air kelapa diblender bersama jahe atau kunyit atau kencur atau temulawak juga bisa, nanti airnya diminum sehari sekali. Sedangkan pemanisnya bisa ditambahkan kurma, agar lebih nikmat diminum," ujarnya mengutip kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, Sabtu (25/9/2021).
Adapun kunyit dan jahe memiliki sifat anti inflamasi atau anti peradangan, sehingga mampu memperbaiki fungsi liver. Bahkan beberapa penelitian menunjukan jika kunyit bisa untuk menyembuhkan hepatitis C, yakni salah satu penyakit liver.
Temulawak sudah menjadi rahasia umum sebagai obat keluarga, khususnya untuk penyakit liver. Ini karena temulawak bisa melindungi hati dari hepatotoksik, yakni bahan kimia yang bisa merusak fungsi hati.
Manfaat liver untuk kesehatan tubuh salah satunya adalah menyegarkan sistem peredaran darah, seperti diungkap dalam U.S National Library of Medicine. Manfaat inilah yang akhirnya membuat fungsi hati jadi lebih mudah, karena darah jadi lebih bersih.
Dalam resep ini, kurma berfungsi sebagai pemanis, tapi kurma juga punya banyak manfaat untuk kesehatan. Selain kandungan serat yang tinggi, gula alami yang bisa menekan diabetes, di dalam kurma juga terkandung prebiotik, sebagai makanan dari bakteri baik yakni probiotik, sehingga kekebalan tubuh meningkat drastis.
Baca Juga: Bantu Atasi Kurang Tidur, Cobalah Minum Teh Lemon Balm Setiap Malam
"Jadi kita kalau paham ini, gampang untuk mengobati penyakit," pungkas dr. Zaidul Akbar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi