Suara.com - Shopee menjadi salah satu mitra Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk menghadirkan akses aplikasi PeduliLindungi dalam aplikasi Shopee. Fitur ini memungkinkan pengguna Shopee yang memiliki NIK untuk melakukan scan QR Code pada waktu check-in dan check-out di lokasi publik langsung dalam aplikasi, tanpa harus mengunduh aplikasi lain.
Fitur ini sudah dapat digunakan sejak 2 Oktober 2021, dan berada di laman depan aplikasi Shopee untuk memberikan pengguna akses yang cepat dan mudah.
Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan Setiaji menjelaskan integrasi ini untuk menjawab permasalahan masyarakat yang enggan atau terkendala menginstal PeduliLindungi pada ponselnya.
"Ini menjawab kalau ada orang yang punya handphone terus enggak mau instal PeduliLindungi, nah bisa menggunakan ini. Aplikasi PeduliLindungi memiliki peran penting terhadap pengendalian kasus Covid-19 seperti hasil tes, tracing, hingga pelayanan medis jarak jauh dan layanan obat gratis. Sehingga, masyarakat perlu mendapatkan kemudahan dalam mengakses aplikasi ini. Dengan bekerja sama kepada mitra dari aplikasi yang sering digunakan, diharapkan masyarakat tidak mengalami kesulitan lagi dalam mengakses PeduliLindungi tanpa perlu mengunduh aplikasi asli,” jelasnya.
Sedangkan Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja, menjelaskan, “Sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukIndonesia, Shopee percaya bahwa kerja sama dan sinergi perlu dilakukan untuk bisa memperluas dampak positif dari berbagai inisiatif yang ada. Shopee senang dapat menjadi salah satu mitra Pemerintah Indonesia dengan menawarkan kemudahan akses aplikasi PeduliLindungi melalui platform kami, yang kini digunakan di 514 Kota dan Kabupaten se-Indonesia. Kami berharap kerja sama ini dapat mempermudah akses masyarakat pada aplikasi yang sangat krusial ini, terutama dalam upaya pelacakan digital guna menghentikan penyebaran virus Covid-19.”
Untuk dapat mengakses PeduliLindungi dalam aplikasi Shopee, pengguna hanya perlu mengklik logo PeduliLindungi yang berada di laman depan platform. Pengguna lalu diminta untuk check-in dengan melakukan verifikasi identitas terlebih dahulu. Pengguna tinggal mengisi nama lengkap dan nomor KTP dan dapat melakukan scan kode QR yang biasa tertera di pintu masuk gedung atau fasilitas umum, sebagai syarat menuju ke area publik.
Aplikasi yang dikembangkan untuk melakukan pelacakan digital kasus Covid-19 ini memiliki banyak manfaat. Di antaranya, untuk memberikan peringatan kepada pengguna jika berada di keramaian atau kawasan zona merah.
Pengguna juga akan mendapatkan peringatan jika di lokasi sedang ada orang yang terinfeksi Covid-19 positif atau ada pasien yang sedang dalam pengawasan.
Bagi pemerintah, aplikasi ini berfungsi sebagai pengawasan (surveillance) untuk mendeteksi pergerakan orang-orang yang terpapar virus selama 14 hari ke belakang. Pemerintah dapat melacak data lokasi dan informasi secara digital.
Baca Juga: Aplikasi PeduliLindungi Jadi Superapp, Pemerintah Harus Jamin Keamanannya
Keamanan Data Pengguna
Untuk diketahui, fitur PeduliLindungi tidak menyimpan data pribadi di aplikasi mitra, melainkan hanya meneruskan data pengguna ke sistem PeduliLindungi dan Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) untuk melakukan validasi NIK.
Dalam aplikasi mitra, data tidak disimpan di server mitra serta tidak dapat menyimpan data lokasi saat check-in dan check-out ataupun meneruskan ke sistem lainnya.
Sebagai mitra Kementerian Kesehatan, Shopee juga menerapkan kebijakan manajemen risiko yang kuat dalam hal operasional. Shopee juga telah bersertifikat ISO/IEC 27001:2013 terkait persyaratan untuk menetapkan, menerapkan, memelihara, dan terus meningkatkan sistem manajemen keamanan informasi dalam konteks organisasi.
Shopee juga menerapkan sistem keamanan yang sesuai dengan regulasi pemerintah dan berstandar global sesuai perkembangan teknologi terkini.
Shopee juga memiliki berbagai fitur yang memungkinkan pengguna bertransaksi dengan aman, seperti fitur keamanan berlapis, otentikasi wajah dan sidik jari, serta tim Customer Service yang siap siaga selama 24 jam untuk menanggapi permintaan pengguna.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya