Suara.com - Kanker payudara terjadi ketika sel-sel abnormal di payudara mulai berkembang biak dan membentuk tumor. Meski pria juga bisa terkena kanker payudara, penyakit ini hampir selalu muncul pada wanita.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker payudara, seperti bertambahnya usia dan kelebihan berat badan.
Di Indonesia, sekitar 70 persen pasien kanker payudara datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi stadium lanjut. Padahal bila kanker payudara terdeteksi lebih awal, akan ada lebih banyak pilihan perawatan dan kesempatan untuk bertahan hidup juga akan lebih besar bahkan bisa mencapai 95 persen apabila terdeteksi pada stadium pertama.
Fakta menarik lain disampaikan pakar onkologi dari RS Kanker Dharmais, dr. Walta Gautama, Sp.B(K) Onk, dalam sebuah acara virtual mengenai kanker payudara, Rabu (6/10/20210).
Ia menjelaskan alasan di balik mengapa seorang wanita yang tak pernah hamil dan menyusui berisiko terkena kanker payudara.
“Faktor risiko lain terkait hormonal yakni wanita yang tidak pernah hamil dan menyusui, karena setiap wanita hamil dan menyusui ternyata payudara istirahat dari estrogen,” kata Ketua pengurus pusat Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia itu, mengutip dari Antara.
Saat wanita hamil, payudaranya akan beristirahat karena estrogen digunakan rahim untuk berkembang atau membesar. Inilah alasan rahim menjadi elastis mengikuti ukuran janin dan tidak pernah robek. Menstruasi berhenti selama kehamilan, sehingga mengurangi paparan estrogen dan progesteron.
Kondisi serupa terjadi saat wanita menyusui. Temuan dari American Institute for Cancer Research (AICR) dan World Cancer Research Fund (WCFR) pada tahun 2017 menunjukkan, laktasi mengurangi paparan seumur hidup terhadap hormon seperti estrogen, yang terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara.
Alasan lainnya, setelah menyusui, payudara melepaskan banyak jaringan yang juga dapat menyingkirkan sel-sel dengan DNA rusak yang dapat menimbulkan kanker.
Baca Juga: Benarkah Biopsi Kanker Payudara Menambah Keganasan Sel Kanker? Ini Kata Dokter
Di sisi lain, saat wanita berada dalam periode menyusui, ada peran hormon prolaktin yang mengisi payudara akibat rangsangan isapan oleh bayi terhadap puting ibu.
“Karena paparan (estrogen dan progesteron) terus menerus atau tidak pernah istirahat, sehingga terjadi proses mutasi, sehingga dihubungkanlah orang yang tidak pernah hamil dan menyusui berisiko terkena kanker payudara,” pungkas Walta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Waspada! Obesitas Dewasa RI Melonjak, Kenali Bahaya Lemak Perut yang Mengintai Nyawa
-
Kota Paling Bersih dan Sehat di Indonesia? Kemenkes Umumkan Penerimanya Tahun Ini
-
Dari Flu hingga Hidung Tersumbat: Panduan Menenangkan Ibu Baru Saat Bayi Sakit
-
Hasil Penelitian: Nutrisi Tepat Sejak Dini Bisa Pangkas Biaya Rumah Sakit Hingga 4 Kali Lipat
-
Cegah Bau Mulut akibat Celah Gigi Palsu, Ini Penjelasan Studi dan Solusi untuk Pengguna
-
Stop Jilat Bibir! Ini 6 Rahasia Ampuh Atasi Bibir Kering Menurut Dokter
-
Alarm Kesehatan Nasional: 20 Juta Warga RI Hidup dengan Diabetes, Jakarta Bergerak Melawan!
-
Panduan Memilih Yogurt Premium untuk Me-Time Sehat, Nikmat, dan Nggak Bikin Bosan
-
Radang Usus Kronik Meningkat di Indonesia, Mengapa Banyak Pasien Baru Sadar Saat Sudah Parah?
-
Stop Diet Ketat! Ini 3 Rahasia Metabolisme Kuat ala Pakar Kesehatan yang Jarang Diketahui