Suara.com - Penyakit kardiovaskular terjadi karena adanya gangguan pada jantung dan pembuluh darah. Dua jenis penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi adalah jantung koroner dan stroke.
Penyebab yang paling umum dari penyakit kardiovaskular adalah gaya hidup yang kurang sehat, seperti mengonsumsi makanan berlemak tinggi, merokok, hingga mengonsumsi alkohol.
Terkait penyakit kardiovaskular ini diungkap oleh Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Vita Yanti Anggraeni, SpJP, dalam acara bertajuk Deteksi Dini Penyakit Jantung Koroner, Sabtu (9/10/2021).
“Yang paling ngetren itu memang jantung koroner, karena sifatnya bisa mendadak. Bila kita sudah punya kebiasaan baik, mengonsumsi makanan yang sehat, aktivitas fisik dan berhenti merokok, misalnya, kejadian untuk serangan jantung dan stroke akan menurun,” ungkapnya.
Menurut dr. Vita, penyakit kardiovaskular terjadi karena adanya Astherosclerotic cardiovascular disease (ASCVD), yaitu adanya penumpukan plak di pembuluh darah.
Dikatakan bahwa penumpukan plak di pembuluh darah ini akan berjalan seiring waktu mengikuti usia. Jika usia semakin tambah dan semakin tua, maka penumpukan darah akan semakin berat.
“Semakin berat penumpukan plak ini, ini menyebabkan aliran pembuluh darah tidak lancar. Bahkan semakin berkembangnya plak ini, akan terjadinya sumbatan total,” lanjut dr. Vita.
“Kalau terjadinya sumbatan total di pembuluh darah, maka aliran darahnya tidak ada. Dan ini akan mengakibatkan kematian jaringan, sehingga bisa terkena serangan jantung dan serangan stroke,” kata dr. Vita.
Bagaimana cara mencegahnya?
Dr. Vita melanjutkan, bila ingin mencegah agar tidak mengembangkan penyakit kardiovaskular, perlu mengontrol pola hidup yang sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan yang sehat, seperti buah-buahan, sayuran, daging tanpa lemak, dan juga ikan.
Baca Juga: Waspada! Kekurangan Zat Besi Pengaruhi Risiko Penyakit Jantung di Usia Paruh Baya
“Kalau kita punya hipertensi, misalnya, kita bisa lakukan diet DASH. Dan kalau kita punya syndrome metabolic, kita bisa lakukan diet vegetarian, dan kalau punya penyakit jantung, bisa lakukan diet Mediteranian,” pungkas dr. Vita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa