Suara.com - Sebuah penelitian yang terbit di jurnal ESC Heart Failure, Rabu (6/10/2021), menunjukkan bahwa kekurangan zat besi di usia paruh baya berisiko tinggi mengalami penyakit jantung.
Berdasarkan Medical Xpress, studi ini melibatkan 12.164 orang dari tiga kohort dengan populasi di Eropa. Usia rata-rata mereka adalah 59 tahun dan 55 persen adalah perempuan.
Partisipan diklasifikasikan menjadi dua jenis kekurangan zat besi, yakni:
- Kekurangan zat besi absolut, mencakup zat besi yang disimpan (ferritin)
- Kekurangan zat besi fungsional, meliputi zat besi yang disimpan (ferritin) dan zat besi dalam sirkulasi darah yang digunakan oleh tubuh (transferrin).
"Kekurangan zat besi absolut adalah cara umum menilai kekurangan zat besi pada pasien, tetapi tidak memperhitungkan zat besi yang bersirkulasi. (Menghitung) Zat besi fungsional lebih akurat karena mencakup pengukuran dan pengambilan zat besi tersimpan secara cukup tetapi kurang bersirkulasi," kata penulis studi Dr. Benedikt Schrage dari University Heart and Vasculature Center Hamburg, Jerman.
Peneliti menganalisis hubungan antara kekurangan zat besi dengan penyakit jantung koroner, stroke, kasus kematian akibat kardiovaskular, dan semua penyebab kematian.
Pada awal studi, peneliti mencatat 60% peserta menderita kekurangan zat besi absolut dan 64% menderita kekurangan zat besi fungsional. Selama tindak lanjut 13,3 tahun, tercatat 2.212 (18,2%) kematian.
Kejadian penyakit jantung koroner diderita 1.033 peserta (8,5%) dan stroke oleh 766 (6,3%) peserta. Sementara 573 (4,7%) meninggal akibat penyakit kardiovaskular.
Kekurangan zat besi fungsional berkaitan dengan risiko penyakit jantung koroner sebanyak 24%, risiko kematian penyakit kardiovaskular 26%, dan risiko semua penyebab kematian 12%.
Sementara kekurangan zat besi absolut berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner sebesar 20%. Tidak ada keterkaitan kekurangan zat besi ini dengan kasus kematian.
Baca Juga: Kekurang Asupan Zat Besi, Coba Lakukan 4 Tips Ini Di Rumah
Peneliti juga tidak menemukan adanya hubungan antara kekurangan zat besi dengan stroke.
"Studi menunjukkan bahwa kekurangan zat besi sangat umum pada kelompok paruh baya ini, dengan hampir dua per tiganya mengalami kekurangan zat besi fungsional," ujar Dr. Schrage.
Ia melanjutkan, "Kelompok ini lebih mungkin mengembangkan penyakit jantung dan juga lebih mungkin meninggal selama 13 tahun ke depan."
Dr. Schrage mengatakan studi selanjutnya dapat memeriksa hubungan kekurangan zat besi dengan penyakit jantung pada kelompok orang yang lebih muda dan bukan orang Eropa.
"Jika hubungannya sesuai, langkah selanjutnya adalah uji coba secara acak untuk menyelidiki efek pengobatan kekurangan zat besi di masyarakat," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat