Suara.com - Tiap anak memiliki kecepatan belajar yang berbeda. Namun jika seorang anak tertinggal jauh dari teman sebayanya, bisa dicurigai sebagai tanda disleksia.
Dikutip dari Fatherly, disleksia dipahami sebagai kesulitan dalam pemrosesan fonologis, yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berbicara, membaca, dan mengeja.
Dengan kata lain, penderita disleksia mengalami kesulitan memperhatikan fonem, suara khas terkecil yang membentuk kata.
Salah satu gejala disleksia yang paling jelas adalah kesulitan membaca, terutama mempelajari huruf dan suara yang mereka buat. Tapi ada banyak tanda lain dari disleksia, antara lain:
- Memiliki ejaan yang buruk
- Kesulitan belajar bahasa asing
- Kesulitan memperhatikan
- Kecemasan, terutama tentang membaca nyaring di kelas
- Kesulitan dengan pencarian kata, atau memikirkan dan mengucapkan kata yang ingin Anda katakan
- Mencampur kata-kata yang terdengar serupa saat berbicara, seperti konstan dan konsisten
Perbedaan antara pembaca biasa dan pembaca disleksia bisa mulai terlihat di kelas 1 SD. Semakin cepat seorang anak disleksia didiagnosis dan mulai menerima pengobatan, semakin baik kemajuan keterampilan membaca mereka.
Di sisi lain, orang sering menstigma bodoh anak disleksia karena kemampuan belajar mereka. Namun, mereka memiliki kelebihan lain yang unik dan sangat penting bagi orang dewasa untuk menyorotinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?