- Brand lokal Callum meluncurkan lima varian aroma deodorant baru di bawah naungan PT Generasi Antariksa Persada.
- Produk tersebut dikembangkan untuk mengakomodasi preferensi konsumen terhadap aroma yang sesuai dengan karakter serta aktivitas sehari-hari.
- Callum tetap mempertahankan tawas sebagai bahan utama produk untuk memastikan efektivitas fungsi deodorant bagi para penggunanya.
Suara.com - Memilih deodorant kini bukan lagi sekadar soal mencegah bau badan. Bagi banyak orang, aroma juga menjadi bagian dari gaya hidup dan cara mengekspresikan diri. Ada yang menyukai wangi lembut untuk menemani aktivitas sehari-hari, ada pula yang lebih percaya diri dengan aroma manis atau maskulin.
Melihat tren tersebut, brand deodorant tawas lokal Callum terus menghadirkan inovasi agar produknya semakin dekat dengan kebutuhan konsumen masa kini.
Di bawah naungan PT Generasi Antariksa Persada, Callum memperkenalkan lima pilihan aroma yang dirancang untuk mengakomodasi karakter dan preferensi yang berbeda.
Mulai dari Baby Powder, Bubble Gum, Original, Vanilla, hingga Deodorant For Men, setiap varian hadir untuk memberikan pengalaman yang lebih personal tanpa meninggalkan fungsi utama sebagai deodorant berbahan dasar tawas.
Founder Callum, Derind Saeful Rohmat, S.M., mengatakan bahwa setiap orang memiliki selera yang berbeda dalam memilih aroma. Karena itu, perusahaan terus mengembangkan produk agar mampu memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat.
"Kami melihat setiap konsumen memiliki preferensi yang berbeda. Ada yang menyukai aroma lembut, ada yang lebih menyukai aroma manis, dan ada juga yang mencari aroma yang lebih maskulin. Karena itu, kami menghadirkan beberapa pilihan aroma agar masyarakat bisa memilih deodorant yang paling sesuai dengan karakter dan aktivitas mereka," ujar Derind dalam pernyataan resminya.
Menurutnya, inovasi menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah brand. Tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memahami bagaimana kebutuhan konsumen terus berkembang dari waktu ke waktu.
Kini, masyarakat tidak hanya mencari produk yang bekerja dengan baik, tetapi juga produk yang sesuai dengan kepribadian dan rutinitas mereka.
Karena itu, pengembangan berbagai pilihan aroma dilakukan melalui proses yang berangkat dari masukan dan kebiasaan konsumen.
Baca Juga: 5 Deodorant Terbaik Gak Bikin Ketiak Wanita Jadi Hitam, Mulai Rp 14 Ribu
Callum ingin menghadirkan deodorant yang terasa lebih relevan untuk digunakan dalam berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, berolahraga, hingga berkumpul bersama teman atau keluarga.
"Kami percaya inovasi harus dimulai dari mendengarkan kebutuhan konsumen. Karena itu, pengembangan berbagai pilihan aroma dilakukan agar masyarakat memiliki lebih banyak alternatif sesuai preferensi masing-masing tanpa menghilangkan manfaat utama deodorant tawas," katanya.
Meski menawarkan aroma yang semakin beragam, Callum tetap mempertahankan tawas sebagai bahan utama di setiap produknya.
Identitas tersebut menjadi fondasi yang tidak berubah, sementara inovasi dilakukan pada aspek yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna, salah satunya melalui pilihan aroma yang lebih variatif.
Bagi Derind, menghadirkan produk lokal yang mampu bersaing bukan hanya soal kualitas, tetapi juga kemampuan memahami gaya hidup masyarakat yang terus berubah. Itulah mengapa inovasi akan terus menjadi bagian dari perjalanan Callum ke depan.
"Harapan kami sederhana, yaitu terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen. Dengan pilihan aroma yang beragam, masyarakat memiliki lebih banyak alternatif untuk memilih deodorant yang sesuai dengan gaya hidup mereka, sekaligus tetap mendapatkan manfaat dari deodorant berbahan dasar tawas," tutupnya.
Lewat pilihan aroma yang semakin lengkap, Callum ingin membuktikan bahwa deodorant tidak hanya berfungsi menjaga kesegaran tubuh, tetapi juga bisa menjadi bagian dari rutinitas self-care sehari-hari.
Dengan sentuhan aroma yang sesuai karakter, pengalaman menggunakan deodorant pun terasa lebih personal, nyaman, dan menyenangkan.
Berita Terkait
-
Kenapa Tawas Bisa Menghilangkan Bau Ketiak? Begini Cara Kerjanya
-
4 Deodorant dengan Niacinamide untuk Mengatasi Noda Gelap di Area Ketiak
-
Masih Bingung Pilih Deodorant Brightening atau Krim Pemutih? Simak Perbedaannya
-
5 Rekomendasi Deodorant Tanpa Alkohol dan Tidak Buat Baju Kuning
-
Bebas Bau Badan Seharian! 5 Deodoran Pria Tahan Lama untuk Hari Raya
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Tak Lagi Polos, Deodorant Tawas Kini Punya Aroma yang Lebih Personal
-
Rilis Trailer Utama, Film Live Action Look Back Umumkan 6 Pemeran Baru
-
Menteri Dipanggil Prabowo Bahas Koperasi, Anak Buah Tegaskan Kopdes Bukan Supermarket
-
Cemburu Lihat Tanda Merah di Leher, Suami Habisi Nyawa Istri Saat Main HP
-
Hasan Nasbi Buka Alasan Prabowo Terbitkan Perpres Perlindungan Jaksa
-
Jung Hae In Berpeluang Bintangi Lucky Seoul, Drakor Terbaru dari tvN
-
Berapa Lama Flek Hitam Hilang dengan Serum? Ini 6 Rekomendasi Serum Terbaik
-
Santri Korban Pembakaran Mulai Menulis Tapi Malu Masuk Sekolah
-
Status Tersangka Tak Gugur! Kejagung Terbitkan 3 Sprindik Baru Usut Skandal Korupsi Febrie
-
Sleeping with the Enemy: Chemistry Panas Cinta Laura dan Randy Martin, Tayang di WeTV