Health / konsultasi
Risna Halidi | Lilis Varwati
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Suara.com - Seseorang yang sudah divaksinasi Covid-19 dua dosis dan sembuh dari infeksi parah kemungkinan berisiko lebih rendah untuk terinfeksi ulang.

Hasil penelitian dari Sciene Advances itu membandingkannya dengan penyintas Covid-19 bergejala lebih ringan. Analisis mencakup sampel serum darah dari 69 pasien Covid-19 dan 50 petugas kesehatan yang divaksinasi lengkap di Belanda.

Kemudian, ditemukan bahwa serum dari semua subjek penelitian itu menunjukkan penurunan respon terhadap alpha, beta, dan varian gamma dibandingkan dengan strain asli.

"Kami terkejut melihat seberapa baik vaksin yang dipelajari di sini mengenali semuanya varian, itu benar-benar bukti seberapa baik vaksin SARS-CoV-2 bekerja," kata Tom Caniels, seorang mahasiswa Ph.D. di Universitas Amsterdam Medical Centers (UMC) dan salah satu penulis pertama penelitian tersebut, dikutip dari AAAS.org.

Baca Juga: Warga yang Divaksinasi Covid-19 Awal Tahun Diperkirakan Mulai Alami Penurunan Imunitas

Para peneliti mengatakan, orang yang belum divaksinasi dan hanya mengandalkan antibodi dari kesembuhan kasus ringan Covid-19, masih berisiko sakit parah jika kembali terinfeksi.

"Pesan utama untuk orang-orang yang pernah sakit Covid-19 ringan tetapi sedang berdebat apakah akan mengambil suntikan, cukup sederhana, dapatkan vaksin," kata Caniels. 

"Kami jelas menunjukkan bahwa orang-orang ini memiliki tingkat antibodi yang lebih rendah daripada mereka yang sakit parah atau mereka yang divaksinasi lengkap," imbuhnya.

Menurut Caniels, antibodi yang lebih rendah juga tidak cukup mampu untuk mengenali varian virus corona SARS Cov-2 lainnya.

Penelitian itu dilakukan sebelum varian delta menjadi dominan di seluruh dunia. Caniels dan rekannya berencana memperluas penelitian untuk menilai varian tersebut.

Baca Juga: Update Jumat 22 Oktober: Positif Covid-19 Indonesia Tambah 760 Orang, 33 Jiwa Meninggal

"Kami memiliki beberapa data awal tentang beberapa vaksin yang berbeda, dan tampaknya delta tidak memengaruhi titer antibodi daripada varian mana pun yang dipelajari di sini. Vaksin saat ini masih bekerja sangat baik untuk melindungi tubuh dari delta," kata Caniels.

Komentar