Suara.com - Pemerintah resmi mewajibkan untuk meyertakan tes pcr sebagai syarat perjalanan pesawat. Ini karena di pesawat tidak ada lagi jarak antar penumpang.
Sementara itu, saat kedinginan salah satu respon yang dialami oleh tubuh ialah menggigil. Tapi, apa sebenarnya penyebabnya. Dua kabar tadi merupakan berita terpopuler di kanal health Suara.com. Berikut berita terpopuler lainnya.
1. Wajib Tes PCR Berlaku Lagi, Dokter Reisa: Tempat Duduk Pesawat Sudah Tidak Berjarak
Jubir Penanganan Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan tidak adanya jaga jarak di pesawat, jadi salah satu alasan ditetapkannya kembali tes PCR sebagai syarat naik pesawat untuk perjalanan udara dalam negeri (domestik).
Tempat duduk penumpang pesawat yang tidak lagi berjarak, artinya kapasitas penumpang transportasi udara sudah 100 persen. Hal ini berubah dari sebelumnya yang hanya berkapasitas maksimal 50 persen.
2. Bulan Depan, Amerika Serikat Mulai Vaksinasi COVID-19 Anak Usia 5-11 Tahun
Amerika Serikat siap memulai program vaksinasi COVID-19 untuk anak-anak usia 5-11 tahun dalam waktu dekat.
Pakar utama Amerika Serikat tentang penyakit menular, Anthony Fauci, mengatakan vaksin bagi anak-anak kemungkinan akan mulai tersedia pada pertengahan pertama November.
Baca Juga: Pesawat Perintis Kecelakaan Di Bandara Aminggaru Ilaga Papua, Pilot Tewas
3. Ini Penyebab Tubuh Manusia Menggigil Kedinginan!
Menggigil sebenarnya merupakan respon alami tubuh saat mengalami kedinginan. Keduanya berhubungan dengan kondisi penurunan suhu tubuh.
Menggigil bukan hanya bisa terjadi saat sedang berada di tempat dengan suhu cuaca rendah. Tapi bisa juga karena sakit atau bahkan kecemasan emosional.
4. Update Covid-19 Global: China Waspada Kembali Alami Lonjakan Kasus Covid-19
Update Covid-19 global per Senin (25/10) tercatat jumlah orang yang terinfeksi virus corona di dunia bertambah 318.496 orang dalam 24 jam terakhir. Di waktu yang sama, jumlah kematian terjadi sebanyak 4.668 jiwa akibat Covid-19.
Dikutip dari situs worldometers, total kasus Covid-19 di seluruh dunia telah lebih dari 244,4 juta dengan 4,96 juta kematian.
5. Catat! Syarat Lengkap Perjalanan Jarak Jauh Naik Kereta Api, Bus, dan Kapal Laut
Syarat perjalanan jarak jauh menggunakan pesawat yang wajib tes PCR menuai pro-kontra dari masyarakat. Bagaimana dengan perjalanan jarak jauh jalur darat dan laut?
Juru bicara Satgas Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan syarat naik bus dan kereta jarak jauh, bisa dengan negatif tes PCR 2x24 jam atau tes antigen maksimal 1x24 sejak sampel diambil sebelum waktu keberangkatan bisa digunakan.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Hancurkan Radar FP132 AS di Qatar, Amerika Kini 'Buta' dari Serangan Rudal Balistik?
-
Prabowo Siap Terbang ke Teheran, Damaikan Perang AS-Israel Vs Iran
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia