Suara.com - Meski belum mengizinkan secara resmi, panel ahli BPOM Amerika Serikat yakni FDA merekomendasikan vaksin Pfizer BioNTech untuk anak usia 5 hingga 11 tahun.
Pendapat para panel ini disampaikan melalui siaran langsung pada Selasa, 26 Oktober 2021 saat membahas keamanan dan kemanjuran vaksin Pfizer pada anak kecil.
Mengutip Live Science, Rabu (27/10/2021), panel ahli FDA dengan suara bulat, yakni 17 dari 18 ahli merekomendasikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) anak 5 hingga 11 tahun, dengan satu orang panel abstain dari pemungutan suara.
Seperti diketahui anak berusia 5 hingga 11 tahun menyumbang lebih dari 1,9 juta kasus Covid-19 yang dilaporkan AS dan lebih dari 8.300 anak harus menjalani rawat inap di rumah sakit.
Apalagi komplikasi serius akibat Covid-19 yang jarang terjadi, seperti sindrom inflamasi multisistem (MIS-C), yakni bagian tubuh seperti jantung dan paru-paru yang meradang lebih banyak terjadi pada kelompok usia ini.
Sedangkan dalam hasil uji klinisnya, Pfizer menunjukan keamanan dan kemanjuran vaksin kepada lebih dari 2.200 anak usia 5 hingga 11 tahun dengan dosis yang lebih rendah dari orang dewasa, dengan jarak antar dosis 21 hari.
Data uji klinis itu menunjukan bahwa vaksin itu 90,7 persen efektif mencegah gejala Covid-19 setelah seminggu usai dosis kedua diberikan pada anak 5 hingga 11 tahun, vaksin tersebut dinyatakan aman dan bisa ditoleransi dengan baik oleh tubuh.
Adapun efek samping yang paling umum dirasakan yakni nyeri di tempat suntikan, kelelahan dan sakit kepala, beberapa anak juga mengalami pembengkakan kelenjar getah bening. Namun tidak ada reaksi berat dan serius yang merugikan terkait vaksin tersebut.
Meski begitu dalam diskusi juga disebutkan panel ahli FDA menyoroti risiko anak mengalami miokarditis yakni radang otot jantung atau perikarditis yaitu radang lapisan di luar jantung sebagai efek samping langka.
Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Vaksin COVID-19, Korea Selatan Siap Produksi Vaksin Sputnik
Namun efek samping ini sangat langka terjadi dan proporsinya sangat kecil terjadi pada anak yang divaksin menggunakan platform mRNA, baik Pfizer maupun mRNA.
Berita Terkait
-
Kimia Farma dan Pfizer Genjot Vaksinasi Pneumonia
-
Udang Beku RI Ditarik AS Karena Diduga Tercemar Radioaktif, Mendag Busan Mengakui
-
Profil Carina Joe, Pahlawan Vaksin Covid-19 Raih Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
-
CEK FAKTA: Joe Biden Terserang Kanker Gara-gara Vaksin Covid-19, Benarkah?
-
Seorang Dokter di Inggris Coba Bunuh Pasangan Ibunya dengan Vaksin COVID-19 Palsu!
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
Terkini
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal
-
Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa
-
Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah
-
Rahasia Mengapa Kepemimpinan Perempuan Jadi Kunci Sukses Kesehatan Ibu dan Anak di Indonesia
-
Siap-Siap Lari Sambil Menjelajahi Pesona Heritage dan Kuliner di Jantung Jawa Tengah
-
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
-
Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan
-
Menjaga Hidrasi Saat Puasa, Kunci Tetap Bugar di Tengah Aktivitas Ramadan
-
Puasa Ramadan Jadi Tantangan bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengelolanya
-
Kulit Sensitif dan Rentan Iritasi, Bayi Butuh Perawatan Khusus Sejak Dini