- Kimia Farma & Pfizer kerja sama perkuat akses vaksin pneumonia nasional.
- Vaksinasi sasar bayi, dewasa, hingga jemaah haji demi tekan angka kematian.
- Sinergi ini edukasi nakes soal manfaat kesehatan dan ekonomi vaksinasi.
Suara.com - PT Kimia Farma Diagnostika (Kimia Farma Laboratorium & Klinik) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan PT Pfizer Indonesia. Langkah ini diambil untuk memperkuat program vaksinasi nasional, dengan fokus utama pada perluasan akses dan edukasi vaksin pneumonia bagi masyarakat luas.
Direktur Utama Kimia Farma Diagnostika, Arie Genipa Suhendi, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari transformasi layanan kesehatan yang lebih modern dan berbasis sains. Selain menyasar bayi dan orang dewasa, program ini juga diprioritaskan bagi jamaah haji dan umrah.
“Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat program vaksinasi nasional dan berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” ujar Arie dalam keterangannya yang dikutip Jumat (13/2/2026).
Pneumonia hingga kini masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan angka hospitalisasi yang tinggi di Indonesia. Meski belum dikategorikan sebagai vaksin wajib oleh pemerintah, vaksinasi pneumonia dianggap krusial untuk menekan risiko infeksi, terutama bagi jamaah yang melakukan perjalanan ibadah ke tanah suci.
Melalui jaringan klinik Kimia Farma yang tersebar luas, masyarakat diharapkan lebih mudah mendapatkan akses vaksin ini demi menjaga kesehatan jangka panjang.
Tak hanya soal distribusi, kerja sama ini juga mencakup aspek literasi kesehatan. Keduanya menggelar seminar ilmiah yang melibatkan tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan.
Agenda ini bertujuan membedah manfaat vaksinasi pneumonia, tidak hanya dari sisi medis untuk perlindungan tubuh, tetapi juga dampak positifnya terhadap efisiensi ekonomi keluarga dengan mencegah biaya pengobatan yang membengkak akibat infeksi berat.
Sinergi antara anak usaha emiten farmasi plat merah KAEF dengan perusahaan biofarmasi global ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem layanan kesehatan yang berkelanjutan di Indonesia.
Baca Juga: Pengacara Sebut Tuntutan Kerry Riza Cs Alarm Bahaya untuk Direksi BUMN dan Anak Muda?
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Nasabah PNM Mekaar Buktikan Pemberdayaan Perempuan Bisa Menguatkan Ekonomi Keluarga
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus