- FDA AS menarik empat kontainer udang beku asal RI karena mengandung radioaktif.
- Mendag RI mengakui kejadian tersebut.
- Meski demikian ekspor udang ke AS tetap berjalan.
Suara.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) menarik empat kontainer udang beku asal Indonesia dari peredaran. Produk-produk tersebut diduga terkontaminasi isotop radioaktif, Cesium-137.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membenarkan penarikan tersebut. Namun, ia memastikan bahwa insiden ini tidak akan mengganggu kelangsungan ekspor udang Indonesia ke AS.
"Enggak ada masalah (ekspor udang), kan ini yang kena kan yang empat kontainer, yang lain enggak ada masalah. Jadi kalau yang dikembalikan empat kontainer, yang lainnya enggak ada masalah," kata Budi saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (8/9/2025).
Meski kasus ini hanya melibatkan sebagian kecil dari total ekspor, pemerintah tidak tinggal diam. Budi Santoso menegaskan bahwa langkah mitigasi akan segera dilakukan untuk mencegah insiden serupa terulang di masa depan.
"Pemerintah akan melakukan mitigasi agar kasus ini tidak terjadi lagi ke depan," jelasnya.
Sebagai respons cepat, kementerian dan lembaga terkait telah menggelar rapat koordinasi di bawah naungan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Rapat ini bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis, mulai dari penelusuran sumber kontaminasi hingga perbaikan standar keamanan produk ekspor.
Pemerintah berupaya meyakinkan pasar internasional bahwa kasus ini adalah insiden terisolasi. Jaminan ini sangat penting untuk menjaga reputasi udang Indonesia yang merupakan salah satu komoditas ekspor andalan di pasar global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
OJK: Tak Semua WNI di Kamboja Korban TPPO, Sebagian Adalah Kriminal
-
Tak Kunjung Penuhi Kewajiban Reklamasi, 45 Perusahaan Tambang Terancam Dicabut Izin
-
ANTM Mengamuk! Saham Aneka Tambang Tembus Rekor Baru di Rp4.750
-
Kementerian UMKM Terbitkan Permen Verifikasi WIUP Prioritas bagi UKM
-
Dolar Singapura (SGD) Cetak Rekor Kurs Tertinggi, Apa Kabar Rupiah?
-
Tinjau Banjir Aek Garoga, Menteri PU Dorong Normalisasi Sungai hingga Sabo Dam
-
PGN dan REI Kolaborasi Bangun Jaringan Gas di Proyek Properti Nasional
-
Gaspol Tangani Pascabencana Aceh, Menteri PU: Tak Boleh Ada Daerah Terisolir
-
Di WEF 2026, Dirut BRI Ungkap Peluang Akselerasi Bisnis Fintech di Indonesia
-
Targetkan Pertumbuhan 2026, Avrist Assurance Perkuat Sinergi Lintas Lini Bisnis