Suara.com - Sakit perut sering terjadi pada anak-anak terutama yang berusia 4-8 tahun. Penyebab utamanya biasanya adalah pola makan, stress dan nyeri tumbuh.
Jika anak mengeluh sakit perut, orangtua jangan langsung panik. Itu akan membuat anda kewalahan, cukup pertimbangkan 6 pengobatan yang dapat dilakukan di rumah, antara lain:
1. Berikan secangkir teh chamomile
Teh chamomile adalah obat rumahan yang sangat baik untuk sakit perut yang tidak rumit karena memiliki sifat anti inflamasi dan obat penenang, yang dapat berkontribusi untuk mengurangi ketidaknyamanan perut. Selain itu chamomile melemaskan otot saluran pencernaan bagian atas, mengurangi kontraksi yang memindahkan makanan melalui lambung dan usus kecil, ini akan meredakan kram perut.
2. Minum jahe
Teh jahe mengandung antioksidan kuat yang membantu mengurangi produksi radikal bebas dan potensi kerusakannya pada tubuh, juga mengurangi mual dan ketidaknyamanan, sifat anti inflamasi jahe meningkatkan cairan pencernaan dan menetralkan asam lambung.
3. Gosok kaki menggunakan pijat refleksi
Ribuan saraf di kaki dan tangan yang ketika dipijat dengan teknik tertentu akan membuat seluruh tubuh rileks dan merasa lebih tenang. Daerah perut sesuai dengan lengkungan tengah kaki kiri menggunakan teknik refleksiologi, pegang kaki kiri anak dengan telapak tangan kanan dan kiri di bawah bola kaki, berikan tekanan yang stabil dan merata dengan ibu jari.
Gunakan gerakan seperti ulat ke depan dengan menekan satu titik untuk melintasi kaki. Ganti tangan dan ulangi dari kanan ke kiri dengan ibu jari tangan kanan dan lanjutkan sampai menutupi bagian tengah lengkungan. Tentu anak akan merespon positif sentuhan kasih sayang ibunya dan orang tua merasa senang.
Baca Juga: 7 Manfaat Daun Salam untuk Kesehatan, Bantu Redakan Stres dan Meringankan Diabetes
4. Sajikan makanan hambar
Jika anak masih memiliki nafsu makan meskipun sakit perut, biarkan anak makan sedikit makanan biasa seperti roti panggang, pasta, oatmeal, yogurt, nasi. Hindari saus, bumbu atau santan. Makanan hambar tidak mengiritasi lambung dan lebih mudah dicerna dibandingkan makanan pedas, berminyak dan bersantan. Makanan ini tidak hanya cenderung menyebabkan muntah tetapi juga akan membantu saluran gastrointestinal kembali ke fungsi normal lebih cepat.
5. Ikuti diet CRAP
Perut anak sakit karena sembelit? Ikuti cara diet CRAP yaitu memakan buah-buahan dengan serat yang dapat bertindak untuk melonggarkan perut seperti, ceri, kismis, aprikot dan plum. Sediakan buahan ini 3-5 kali sehari, untuk anak dibawah 4 tahun, sebaiknya haluskan makanan ini untuk mengurangi resiko tersedak.
6. Dorong aktivitas luar ruangan
Selanjutnya jika anak menderita sembelit, aktivitas fisik dapat membantu pergerakan melalui saluran gastrointestinal, sedangkan berbaring di tempat tidur sebenarnya dapat menyebabkan sembelit. Aktivitas yang dapat dilakukan termasuk berjalan, berlari sedang, bermain di luar. Sarankan anak untuk menunda lebih banyak kegiatan ‘membalik perut’ seperti memutar-mutar, menggantung di jeruji dan melakukan jungkir balik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem
-
Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius
-
Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat