Suara.com - Setelah lebih dari satu tahun menjalani pernikahan, Nikita Willy akhirnya mengandung anak pertamanya dengan Indra Priawan.
Namun, dalam sebuah unggahan di kanal YouTubenya, perempuan berusia 27 tahun tersebut menceritakan perjuangannya untuk memiliki buah hati bersama sang suami.
Bintang sinetron "Putri yang Tertukar" ini mengatakan jika dirinya sempat melakukan program kehamilan inseminasi atau intrauterine insemination (IUI).
"Tujuan aku untuk menikah, memang ingin cepat mempunyai baby. Jadi setelah 6 bulan pernikahan kita putuskan untuk melakukan inseminasi," jelasnya.
Dalam prosesnya, perempuan berdarah Minang itu harus bolak-balik ke rumah sakit untuk memantau sel telur miliknya. Karena masih dirasa belum siap, Niki, harus menjalani suntikan di bawaj perutnya selama 7-8 kali hingga sel telurnya siap untuk dibuahi.
Meski menyakitkan, Niki merasa proses suntikan menyuntik ini seru dilakukan. Apalagi, yang menyuntikkan obat ke perutnya adalah Indra sendiri. Baginya, perjuangan tersebut meningkatkan bonding mereka sebagai suami istri.
"Itu seru banget sih sebenarnya, karena lihat Indra meracik obat terus nyuntikin, walaupun pas disuntik jujur sakit, tapi koneksinya tuh kayak terjalin banget," paparnya.
Setelah melakukan proses tersebut, Niki dan Indra kembali lagi ke rumah sakit umtuk melihat apakah sel telurnya sudah siap untuk dibuahi atau belum. Sayangnya, ia harus menambah beberapa suntikan lagi, karena ukuran sel telurnya belum terlalu besar.
"Setelah itu kita balik lg ke RS, dan Alhamdulillah telur aku ready. Setelah tindakan harus mengonsumsi obat penguat rahim yang dikonsumsi selama 2 minggu," pungkasnya
Baca Juga: 10 Adu Gaya Siti Badriah dan Nikita Willy Pamer Baby Bump, Sukses Memesona!
Demi keberhasilan inseminasi, Nikita pun rehat bekerja untuk menghindari kelelahan. Sehari-hari ia hanya menghabiskan waktunya dengan rebahan, berharap pengorbanannya itu bisa membuahkan hasil yang terbaik untuknya dan sang suami.
Namun, setelah melakukan rangkaian proses, Nikita harus menerima kenyataan pahit, karena mengalami menstruasi lebih cepat dari sebelumnya. Ia sempat tak percaya jika darah yang dilihatnya adalah darah menstruasi, dan enggan memberi tahu sang suami.
"Tiba-tiba lebih deres, lebih deres. Jadi menstruasinya tuh jauh lebih deres dari biasanya. Akhirnya aku ke toilet, terus bener ini mens. Kalau misalkan ada piala Panasonic Awards artis terbaik nangis itu mungkin aku. Karena itu kaya bener-benar drama banget," ujarnya.
Namun, hal tersebut tak membuatnya patah semangat. Nikita dan Indra percaya bahwa Allah akam memberikan mereka keturunan di waktu yang paling tepat. Ia juga memberi semangat bagi pasangan di luar sana yang juga sedang berjuang untuk mendapatkan bayi.
"Percayalah Allah akan kasih waktu terbaik dan tepat! Tetap semangat, stay safe semuanya!," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026