Suara.com - Kanker payudara masih jadi ancaman terbesar perempuan. Mirisnya, mayoritas pasien kanker payudara didiagnosis saat sudah memasuki stadium akhir yang membuat peluang kesembuhan menjadi sangat kecil.
Perlu diketahui, kanker payudara memiliki lima stadium yakni stadium 0, stadium 1, stadium 2, stadium 3, dan stadium 4 atau stadium akhir. Semakin kecil stadium kanker payudara maka semakin tinggi pula peluang kesembuhan, bahkan hingga 100 persen.
Jadi perlu diketahui perbedaan setiap stadium kanker payudara, sebagaimana mengutip Insider, Selasa (9/11/2021) sebagai berikut:
1. Kanker payudara stadium 0
Stadium 0 kanker payudara adalah tahap paling awal kanker payudara, sering juga disebut dengan ductal carcinoma in situ (DCIS).
Stadium ini mengacu pada kanker yang ada di saluran susu tetapi belum menyebar ke luar saluran atau lobulus, ke jaringan di sekitar payudara.
Stadium ini seumpama bintik kecil kanker yang belum terbentuk menjadi tumor. Pada tahap ini biasanya belum ada gejala, atau belum merasakan dan melihat benjolan di payudara.
Pada tingkat ini jika sel kanker ditemukan dan dihilangkan, maka peluang hidup alias selamat dari kanker payudara adalah 100 persen.
2. Kanker payudara stadium 1
Pada tahap ini, sel kanker payudara sudah menyebar ke jaringan di sekitar payudara, tapi masih di area kecil. Stadium 1 dibagi menjadi stadium 1A dan 1B.
Stadium 1A berarti tumor berukuran 20 milimeter (mm), dan kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening.
Baca Juga: Vaksinasi HPV Sejak Dini Akan Lindungi Anak Perempuan dari Kanker Serviks Seumur Hidup
Sedangkan 1B tidak ada tumor, atau ukuran tumor kurang dari 20 mm di payudara, tapi sel kanker berada di kelenjar getah bening.
Banyak orang yang memiliki kanker payudara stadium 1 tidak bergejala, tapi beberapa perempuan merasakan benjolan. Peluang selamat pada tingkat ini sebesar 98 hingga 100 persen jika ditemukan.
3. Kanker payudara stadium 2
Pada tahap ini, kanker payudara telah tumbuh lebih besar tetapi masih terbatas di daerah payudara. Stadium 2 dibagi menjadi dua, yaitu:
- Stadium 2A, tidak ada tumor atau tumor kecil berukuran hingga 20 mm di payudara, ditambah kanker menyebar ke kelenjar getah bening di bawah lengan. Atau ada tumor 20 hingga 50 mm di payudara, tetapi kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening.
- Stadium 2B, ada umor berukuran 20 hingga 50 mm berada di payudara, dan kanker telah menyebar ke antara satu dan tiga di sekitar kelenjar getah bening. Atau tumor lebih besar dari 50 mm tetapi kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening.
Peluang selamat atau sembuh pada stadium ini sebesar 90 hingga 99 persen jika ditemukan.
4. Kanker payudara stadium 3
Di stadium 3 kanker payudara, sel kanker telah menyebar melewati payudara atau ukuran tumor berukuran jauh lebih besar. Stadium 3 terbagi dalam tiga kategori, yakni:
- Stadium 3A, kanker ditemukan di 4 sampai 9 di sekitar kelenjar getah bening, dengan atau tanpa tumor di payudara. Atau ada tumor payudara lebih dari 50 mm, dan kanker telah menyebar ke antara 1 dan 3 di sekitar kelenjar getah bening.
- Stadium 3B, kanker telah menyebar ke kulit, menyebabkan pembengkakan atau peradangan. Atau kanker mungkin memasuki kulit dan menyebabkan luka. Atau kanker menyebar ke 9 kelenjar getah bening di bawah lengan atau kelenjar dekat tulang dada.
- Stadium 3C, sel kanker telah menyebar di 10 atau lebih kelenjar getah bening ketiak. Atau sudah menyebar ke kelenjar getah bening di dekat tulang selangka. Atau menyebar di beberapa kelenjar getah bening ketiak dan kelenjar getah bening di dekat tulang dada. Atau sudah menyebar ke kulit payudara.
Peluang selamat atau sembuh pada stadium ini sebesar 66 hingga 98 persen jika ditemukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan