Suara.com - Kanker payudara tidak hanya mengintai perempuan usia tua. Meski di kawasan Barat hanya lima persen perempuan usia muda di bawah 40 tahun yang terkena kanker payudara, namun angka tersebut berubah untuk perempuan Asia.
Dikatakan, 20 persen perempuan Asia usia 40 tahun tercatat memiliki masalah kesehatan kanker payudara. Insiden kanker payudara juga meningkat dengan diperkirakan hampir 50.000 kasus baru kanker payudara pada kelompok usia muda akan didagnosis setiap tahun pada 2025.
Dikutip dari Healthshots, salah satu faktor mengapa banyak kasus kanker payudara yang terdeteksi saat stadium lanjut adalah, karena skrinning jarang dilakukan pada kelompok usia muda.
Padahal masalah kanker payudara di kelompok perempuan usia 30an cenderung menjadi lebih agresif karena pertumbuhannya begitu cepat, serta mengalami peningkatan pada reseptor hormon negatif.
Di samping itu, risiko lain juga terjadi pada perempuan berusia muda, mulai dari kekambuhan dan metastasis yang lebih tinggi. Riwayat keluarga dan status mutasi gen BRCA 1,2 harus diperhatikan oleh perempuan, terutama bagi mereka yang mengalami masalah payudara triple negatif.
Melibatkan dokter dan ketahui perawatan yang direkomendasikan
Kemajuan terbaru dalam terapi memberikan harapan baru bagi wanita yang didiagnosis kanker payudara. Bahkan, langkah pertama yang harus dilakukan dengan melibatkan dokter terdekat, dengan mengetahui perawatan yang direkomendasikan.
Pilihan pengobatan pun tergatung pada stadium penyakit dan faktor-faktornya, seperti ukuran tumor, juga hasil tes patologi seperti reseptor hormon dan reseptor HER2.
Secara umum, ada lima pilihan perawatan untuk kanker payudara. Sebagian besar rencana perawatan meliputi pembedahan, radiasi, kemoterapi, hormonal, dan terapi bertarget. Pada tahap awal kanker payudara, tingkat kesembuhan dikatakan lebih dari 80 persen.
Bahkan, pengangkatan seluruh payudara mungkin tidak akan terjadi dalam banyak kasus, jika pasien mau mendeteksi dini. Selain itu, pengobatan baru seperti hormon estrogen dan penargetan gen Her2 neu, memberikan pengobatan bebas kemo dan tanpa rasa sakit. Dan ini telah terbukti, bahwa pengobatan ini bisa meningkatkan kualitas hidup pasien dengan kanker payudara, mulai dari stadium 3 dan juga 4.
Baca Juga: Kemenkes Akui Jumlah Dokter yang Tangani Kanker Payudara Masih Kurang
Pantau perkembangan penyakit
Wanita yang didiagnosis kanker payudara, perlu memantau perkembangan penyakitnya. Untuk memantau perkembangan ini, tentu bisa bicarakan dengan dokter terdekat jika mengalami perubahan bentuk payudara. Dengan begitu, ini dapat membantu mendeteksi serta memantau pertumbuhan tumor.
Dukungan keluarga dan teman terdekat sangat penting
Berurusan dengan diagnosis kanker payudara sangatlah sulit. Bahkan, perempuan yang menghadapi penyakit ini sendirian dapat membuatnya lebih buruk, sehingga ini memengaruhi produktivitas sehari-hari mereka. Tentunya, tidak perlu merasa bersalah karena kanker payudara yang dialaminya, sebab ini bisa menyerang dan terjadi pada siapa saja.
Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman sangatlah penting, di mana ini dapat membantu Anda mengatasi efek fisik serta emosional. Dengan begitu, ini akan mempermudah pengobatan Anda.
Lakukan konseling psikologi
Kanker tidak hanya menyerang tubuh secara fisik, melainkan juga memengaruhi kesehatan mental mulai dari alami kecemasan dan juga depresi. Dan ini terjadi pada pasien kanker yang mungkin perlu bantuan profesional di luar dukungan keluarga.
Beberapa penelitian pun juga mengaitkan depresi dengan tingkat kematian yang lebih tinggi pada pasien kanker payudara. Selain itu, efek samping secara fisik dari perawatan seperti mual, kelelahan, dan gejala menopause seperti muka memerah, dapat memengaruhi kesejahteraan emosional pasien.
Di sisi lain, perempuan muda yang mengalami kanker payudara juga meningkatkan rasa traumanya, sebab ada kekhawatiran tentang dampak penyakit pada feminitas, seksualitas, dan juga kesuburan mereka.
Selain itu, konseling kesehatan mental di bagian Barat telah menjadi bagian dari pengobatan kanker payudara, dan ini dapat membantu mereka untuk mengatasi rasa trauma serta mengadopsi strategi individual untuk meningkatkan kualitas hidup mereka selama dan setelah perawatan.
Lakukan pengobatan untuk mengatasi masalah kesuburan
Kemungkinan hilangnya kesuburan merupakan masalah besar bagi perempuan muda yang menderita kanker payudara. Namun, ada beberapa pilihan pengobatan kesuburan yang bisa Anda gunakan sebelum memulai pengobatan kanker payudara. Seperti memanem dan membekukan telur, menyimpan embrio, membekukan jaringan ovarium, fertilisasi in-vitro, dan obat penekan hormon.
Selain itu, Anda juga dapat melakukan opsi rekonstruksi payudara setelah mastektomi. Di bawah saran dokter, seseorang dikatakan dapat hamil secara alami jika setelah dua tahun telah menjalani remisi dari perawatan kanker payudara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang