Suara.com - Air Susu Ibu atau ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi. Hal itu membuat Organisasi Kesehatan Dunia WHO sangat merekomendasikan bayi memperoleh ASI secara eksklusif, setidaknya hingga ia mereka berusia 6 bulan.
Dalam sebuah survei yang dilakukan Teman Bumil dan lembaga riset Populix mencatat, sebanyak 78 persen dari total 1.025 ibu yang mengikuti survei secara online memutuskan untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada buah hati mereka.
Hanya saja tak bisa dipungkiri jika momen menyusui kerap dihadapkan dengan berbagai drama mulai dari payudara bengkak, jumlah ASI yang sedikit hingga puting lecet.
Dikatakan oleh Dokter Ria Puspitasari, kondisi bentuk puting menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah menyusui. Namun, masih ada beberapa penyebab lain yang bisa menimbulkan masalah serupa, salah satunya posisi dan pelekatan bayi yang salah.
"Selama menyusui, seharusnya dada bayi menempel di dada ibu, perut bayi menempel ke perut ibu, lalu kepala bayi menghadap ke atas. Jika tidak seperti ini, berarti kurang tepat posisinya. Jadi, bayi juga tidak maksimal saat menyusu," jelasnya.
Imbas masalah tersebut, pengosongan payudara jadi tidak maksimal dan produksi ASI bisa saja menurun. Oleh karena itu, dr. Ria mengingatkan agar para ibu memerhatikan pelekatan mulut bayi selama menyusui, untuk mencegah terjadinya puting lecet dan luka, sekaligus bayi dapat menyusu maksimal.
Dikutip dari siaran pers Teman Bumil, ibu juga harus memastikan bayi memasukkan seluruh bagian puting dan areola ke dalam mulut, bukan hanya bagian puting saja.
Lebih lanjut, dr Ria mengatak bagaimana pada masa awal kelahiran, sistem pencernaan bayi belum bekerja secara maksimal layaknya orang dewasa. Jadi ASI dinilai sebagai sumber nutrisi paling aman dan dapat diterima oleh sistem pencernaan bayi.
Tak hanya itu, ASI juga mengandung imunoglobulin atau antibodi, yang dapat mencegah dan melindungi bayi dari berbagai risiko infeksi, seperti diare dan pneumonia.
Baca Juga: 3 Manfaat Surah Maryam Untuk Ibu Hamil dan Bacaan Lengkapnya
Selain bonding dengan bayi, pemberian ASI terutama ASI eksklusif, juga bisa membantu ibu menunda kehamilan atau kesuburan, mengurangi perdarahan setelah melahirkan, serta mencegah kanker payudara atau kanker ovarium.
"Kesuksesan menyusui juga didukung oleh keberhasilan IMD (Inisiasi Menyusu Dini), yang dilakukan ibu setelah persalinan. Adanya skin-to-skin contact antara bayi dan ibu selama proses IMD dapat membuat keduanya merasa nyaman. Kenyamanan ini akan merangsang pelepasan hormon prolaktin dan oksitosin, yang berperan besar dalam melancarkan produksi ASI," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini
-
Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif
-
Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan
-
Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak