Suara.com - Rony Dozer sempat mengalami kolesterol tinggi sebelum meninggal dunia pada Kamis (11/11/2021) malam. Ia mengalami kenaikan kadar kolesterol setelah makan nasi padang.
Rony Dozer juga sempat mengabarkan dirinya tidak enak badan pada sahabatnya, Rency Milano. Rency Milano juga mengatakan kalau Rony Dozer pun memiliki riwayat diabetes.
"Dia bilang habis makan nasi padang. Habis makan padang kolesterol naik. Padahal sakitnya ada juga gula," kata Rency dihubungi pada Kamis (11/11/2021).
Diabetes bisa memberikan efek negatif pada kadar kolesterol seseorang. Asosiasi Jantung Amerika (AHA) menyatankan bahwa diabetes bisa menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai dislipidemia diabetik.
Penelitian yang lama menunjukkan bahwa dyslipidemia diabetik memiliki hubungan dengan kadar kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) yang lebih rendah dan peningkatan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL), dan trigliserida.
Saat kadar kolesterol jahat (LDL) ini terlalu tinggi, kolesterol LDL bisa membentuk plak yang sempit atau menyumbat pembuluh darah. Akibatnya, orang memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular atau stroke.
Menurut studi baru dilansir dari Medical News Today, penderita diabetes bisa tetap berada pada peningkatan risiko penyakit jantung dengan kadar glukosa darah yang terkontrol baik. Para peneliti juga menyatakan bahwa seseorang dapat meningkatkan kesehatan koroner mereka dengan mengurangi kadar kolesterol mereka.
Resistensi Insulin dan Perubahan Kolesterol
Setelah makan, karbohidrat dipecah menjadi glukosa oleh sistem pencernaan Anda. Kemudian dilansir dari Very Well Health, glukosa ini diserap melalui dinding usus Anda ke dalam aliran darah.
Baca Juga: WHO: Semua Orang Harus Hidup Berdampingan dengan Virus Corona Covid-19
Insulin merupakan hormon yang dibuat oleh pankreas yang menjadi pengatur utama metabolisme karbohidrat dan membawa glukosa ke berbagai sel, sehingga mereka memiliki energi untuk berfungsi dan melakukan tugasnya.
Insulin juga bertugas memblokir pemecahan lemak menjadi asam lemak (lipolisis) di dalam tubuh. Resistensi insulin terjadi ketika sel menjadi kurang responsif terhadap proses ini. Akibatnya, gula darah meningkat sehingga dianggap sebagai prekursor pra-diabetes dan diabetes tipe 2.
Lemak juga dipecah di dalam tubuh pada tingkat yang tinggi. Pada akhirnya, kondisi ini bisa menyebabkan berbagai perubahan kolesterol. Secara khusus, resistensi insulin menurunkan HDL dan menaikkan trigliserida serta LDL.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya